format ala symbian

20 Mar

Kurang lebihnya seperti ini kalo pake bhs kita, intinya ada 3 cara. Coba cara pertama, kalo belum sukses ya cara ke3 deh dicoba. Jangan lupa backup phonebook dan data dulu yee..

1. Soft Reset = Aplikasi dan data tak akan hilang
CODE *#7780#

2. Hard Reset = buat install ulang handphone. aplikasi dan data hilang terformat.
CODE *#7370#
3. Flashing
- batere handphone kondisi full
- backup semua data yg ada di handphone
- matikan handphone
- tekan dan tahan tombol dial warna hijau, tombol bintang (*),
tombol angka 3 (3) bersamaan
- tahan sambil menghidupkan handphone kamu.
- tahan tombol angka 3 sampai keluar kata “formating” dilayar.
- setelah beberapa saat, format akan selesai.
- selamat ya…hp anda jadi baru hehe..
Eh, kerusakan akibat cara diatas langsung maupun tak langsung ga ada yang nanggung loh…

membuat icon symbian

20 Mar

Membuat icon Symbian

Kali ini aku Pengen Membahas tentang Cara Mengganti icon Menu Pada Handphone S60 2nd menggunakan Bantuan Aplikasi S60 icon Wizard.Apakah itu S60 Icon Wizard ??
S60 Icon Wizard Adalah Aplikasi Buat Komputer Yang Gunanya Untuk Memodifikasi/Mengedit Icon Di Handphone Nokia Seri60/keatasnya lagi,Misalnya Nokia 6600,6680,7610,N70,N72,6630,dll. Dan yang dimaksud Icon Ialah Ganbar Tampilan Aplikasi di Hanphone Yang Sudah di Install.Misal Contohnya UltraMP3/LCG JukeBox atau yang lain sebagainya..

Untuk Mengeditnya pertama yang perlu kita lakukan adalah Kita Harus punya Aplikasi S60 icon Wizard Dan Menginstallnya Di Komputer,tapi sebelumnya aku Minta Maaf Karna Saat imi aku Belum Bisa Menyediakan Aplikasinya,lain waktu Aku usahakan bisa Menyediakan Disini..Selanjutnya Kita Harus Mempersiapkan Icon itu Sendiri seluruhnya ada 4 gambar yang Harus disediakan yaitu Untuk Icon Menu [42X29] + Masknya , dan Icon Program [44X44] + Masknya Juga. Sumber Gambarnya Dicari bisa dari fhoto anda/ClipArt. dan Usahakan Cari gambar yang BackGroundnya Bersih Supaya Gampang Bikin Mask nya.Jadi Untuk Melakukanya kita Membuat 2 Buah Gambar Icon Yang Sama Dengan Ukuran Yang Berbeda yaitu 42X29 dan 44X44 kemudian Mask nya Juga Dari Gambar Tersebut, [jangan Lupa formatnya Harus ‘bmp’].Setelah gambarnya Siap Kita Jalankan Fileman / FeExplorer yang ada di Ponsel,Kemudian Masuk E:/system/apps/UltraMP3,dan Cari File Didalam Ultra MP3 Yang BerExtension app/Lebih Jelasnya : [UltraMp3.app] Kemudian Pilih File Properties,Disitu Nanti ada UID NUMBER,Nah Catat Nomor UID NUMBER nya , setalah Dapat UID Number dan Gambar Iconya Juga Sudah Dapat Langkah Selanjutnya adalah kita jalankan Aplikasi S60 Icon Wizard Di Komputer,Oya aplikasi S60 Icon Wizard ini Bahasanya Bukan Inggris Tapi tenang Aku dapat memberikan panduan Cara Menjalankanya,Setelah S60 Icon Wizard Dibuka Klick“Neues Icon” Setelah Itu Isikan Nomor UID Number Yang Sudah Kita catat dari phone tadi,lalu Kedua isikan nama aplikasi Yang Akan Kita Edit Tadi Misal UltramP3,Ketiga Masukan Nama Icon sesuka Kamu Misal UltraMP3/Mp3 Player dsb Bahkan bisa kita kasih nama kita sendiri.Setelah Semua Terisi Klick “Weither” Tahap Berikutnya Ialah pada kolom pertama [atas] masukan Gambar yang sudah Kita siapkan tadi yang Berukuran [42X29] Dan Pada Kolom dibawahnya/kedua masukan gambar yang berukuran [44X44].ingat !! jangan terbalik memasukan ukuran Gambarnya, Kolom Pertama [42X29] dan Kolom Kedua [44X44] Sudah cukup jelas Bukan.. setelah itu Klick kolom “Weiternya” Selanjutnya klick “Erstellen” Maka Program akan menjalankan Proses Kompilasi Yang nantinya akan menghasilkan satu Buah File di Desktop Yaitu UltraMP3_Icon.sis.proses selanjutnya ialah cut/copy File UltraMP3_Icon.sis tadi Kedalam MMC Telpon,Kemudian install file nya,proses selesai..Oya jika icon/Gambarnya belum Berubah coba Restart Handphone nya. Selamat Mencoba..

 

 

merubah font s60

20 Mar

Memasang Font TTF Dihp S60v2

Hp s60v2 biasanya hanya bisa menggunakan font dengan ekstensi gdr, tapi dengan trik ini hp s60v2 akan bisa menggunakan tidak hanya font gdr namun font dengan ekstensi ttf dari windows(pc).
Sebelum mempraktekkan langkah dibawah, download dahulu font ttf dan file fontrouter.ini dan juga file fontrouter.dll.
Download font ttf
Download fontrouter.ini
Download fontrouter.dll
NOTE; apabila hendak menggunakan font lain maka anda harus membuat file fontrouter.ini yang baru dengan menggunakan sofware FontRouterGUI dan install dikomputer anda. Anda tidak bisa menggunakan file fontrouter.ini yang sama untuk font ttf yang berbeda.
Cara membuat file fontrouter.ini, pertama install software dikomputer anda, lalu pilih font ttf, setelah itu klik file->save fontrouter.ini

Cara mengganti font hp s60v2:
1. Apabila anda sudah memasang font gdr dihp s60v2 harus hapus dulu
2. Install x-plore atau file manager lain yang dapat membuka file system dihp
3. copy file fontrouter.dll ke “c;/system/fonts/” apabila directory tidak ada buat sama persis
4. Copy font ttf dan file fontrouter.ini yang sudah dibuat atau sudah didownload ke “c;/data/fonts/” apabila directory tidak ada buat sama persis
5. Reboot hp anda
6. Apabila anda ingin mengganti font baru, hapus dulu file fontrouter.ini dan font ttf, dan buat file fontrouter.ini yang baru.

 

 

membuat wibsite

20 Mar

Seiring dengan pertambahan jumlah netter (pengguna internet) di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, makin banyak pula orang yang ingin mempunyai homepage atau website sendiri. Hal ini wajar mengingat manfaat yang bisa kita dapatkan dengan mempunyai website sendiri. Memiliki alamat email, sekarang ini bukan lagi sesuatu yang istimewa. Tapi memiliki website sendiri mungkin bagi kebanyakan orang masih merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. Untuk itulah kami mencoba menyusun tutorial praktis ini agar dapat dipelajari dan dipraktikkan oleh para netter yang berkeinginan menjadi webmaster (pengelola website). Mudah-mudahan dengan kemampuan membuat website, kita dapat ikut serta menyebarluaskan ilmu dan informasi yang bermanfaat bagi seluruh ummat manusia, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

 

Bagaimana caranya bisa menampilkan website sendiri di internet? Ada beberapa tahapan dan langkah yang harus kita lalui untuk membuat sebuah website yang benar-benar eksis di internet. Artinya website yang dari segi perwajahan tidak “menyedihkan”, dari segi isi tidak “asal-asalan” dan dari segi pengunjung cukup “dilirik”. Untuk membuat website pertama-tama kita harus belajar bahasa HTML yaitu sebuah “bahasa program” yang memungkinkan kita membuat halaman web yang bisa ditampilkan dalam browser (Internet Explorer, Netscape, Opera, dll). Setelah kita menguasai dasar-dasar HTML, barulah kita mencoba membuat rencana dan rancangan dari desain dan isi website yang hendak kita buat. Kemudian rancangan itu kita tuangkan dalam bentuk halaman-halaman web yang terpadu. Setelah selesai atau “mengarah ke selesai”, kita harus mendaftarkannya ke web hosting agar website kita “terpasang” dan dapat diakses di internet. Akhirnya, yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana mempromosikan website tersebut agar dikenal dan dikunjungi oleh para netter.

 

Nah, kini kita mulai dari langkah awal yaitu belajar bahasa HTML.

BELAJAR HTML

 

Dewasa ini, hampir semua dokumen web dibuat dengan bahasa HTML (Hypertext Mark-up Language). Meskipun anda bisa saja membuat web page (halaman web) tanpa mengerti sedikitpun HTML, yakni dengan menggunakan editor HTML berjenis WYSIWYG seperti Microsoft FrontPage, Adobe PageMill atau Netscape Composer, namun sangat disarankan bahkan nyaris diharuskan, agar anda mengerti bahasa HTML. Terutama agar anda bisa memanfaatkan secara optimal berbagai fasilitas browser dan mengingat sejumlah kelemahan yang terdapat pada editor WYSIWYG seperti di atas. Untuk itu langkah pertama bagi Anda yang bercita-cita memiliki website sendiri adalah belajar HTML.

 

HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa program yang digunakan untuk menulis format dokumen yang dapat digunakan dalam Web. Dengan HTML, teks ASCII (file *.txt) dapat dipoles (di-mark-up) dengan kode-kode tertentu yang disebut tag untuk menjadi dokumen HTML (file *.htm atau *.html). Oleh karena itu, untuk membuat dokumen HTML, anda bisa menggunakan semua program teks editor biasa, mulai dari Notepad hingga MS Word. Untuk mudahnya, kita gunakan program Notepad. Bukalah program Notepad. Bila anda belum tahu caranya, klik Start > Programs > Accessories lalu Notepad. Sekarang ikutilah dengan seksama latihan-latihan berikut satu demi satu.

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

ALIGNMENT ATAU PERATAAN

 

Dalam tulisan cetak, dikenal tiga atau empat macam perataan yaitu rata kiri (align left), di tengah (center), rata kanan (align right) dan rata kiri dan kanan (justify). Tag Header dan Tag Paragraf dapat disisipi dengan atribut align untuk melakukan perataan ini.

 

Contoh atribut perataan dalam tag header:

 

<HTML><BODY>

 

<H1>Header level 1</H1>

 

<H2 align=”center”>Header level 2</H2>

 

<H3 align=”right”>Header level 3</H3>

 

<HTML><BODY>

 

Bila dilihat dalam browser, tampak seperti ini:

Header level 1

Header level 2

Header level 3

 

Contoh atribut perataan dalam tag paragraf:

 

<HTML><BODY>

 

<P>paragraf rata kiri adalah default

 

<P align=”center”>paragraf di tengah

 

<P align=”right”>paragraf rata kanan

 

<P align=”justify”>paragraf rata kiri dan kanan

 

</HTML></BODY>

 

Hasilnya seperti yang anda bayangkan:

paragraf rata kiri adalah default

 

paragraf di tengah

 

paragraf rata kanan

 

paragraf rata kiri dan kanan

 

Berpedoman dengan contoh di atas, cobalah membuat tulisan dengan model header dan paragraf sebagai berikut:

Untuk Apa Mempunyai Homepage?

 

Jika anda seorang pelajar atau mahasiswa, anda dapat membuat homepage untuk memperkenalkan sekolah atau universitas anda. Apa kegiatannya, program kerjanya di masa datang, organisasi-organisasi yang terdapat di dalamnya, dan lain sebagainya.

 

Jika anda seorang ilmuwan, peneliti atau saintis, homepage anda bisa diisi dengan publikasi karya ilmiah anda, tesis, proposal-proposal iptek, rencana penelitian, masalah yang dihadapi dalam penelitian, jadwal seminar, dan lain sebagainya. Selain itu, anda juga bisa membuat polling online untuk keperluan riset atau untuk mendukung teori-teori anda.

 

Jika anda seorang pengusaha, anda dapat mengisi homepage anda dengan barang-barang produksi atau perdagangan anda, tipe dan jenisnya, dukungan purna jualnya, pemasarannya, profil perusahaan, jumlah karyawan, lowongan pekerjaan, grafik kemajuan perusahaan, dan sebagainya.

 

INDENTASI

 

Disamping mengatur perataan, kita pun bisa mengatur posisi baris-baris paragraf dari margin (tepi halaman). Ada tiga macam bentuk indentasi paragraf. Pertama, baris pertamanya saja yang agak masuk ke dalam. Untuk membuat paragraf semacam ini kita menggunakan tag <DD>. Contoh:

 

<HTML><BODY>

 

<DD>Paragraf atau alinea ialah sekumpulan kalimat yang mengandung satu pokok pikiran. Antara satu paragraf dengan paragraf lainnya biasanya dipisahkan oleh baris kosong. Namun biasa pula paragraf itu ditandai dengan posisi baris pertamanya yang agak masuk ke dalam.

 

<HTML><BODY>

 

Beginilah hasilnya bila dibuka dalam browser:

Paragraf atau alinea ialah sekumpulan kalimat yang mengandung satu pokok pikiran. Antara satu paragraf dengan paragraf lainnya biasanya dipisahkan oleh baris kosong. Namun biasa pula paragraf itu ditandai dengan posisi baris pertamanya yang agak masuk ke dalam.

 

Kedua, membuat paragraf yang semua barisnya agak masuk ke dalam. Untuk membuat paragraf semacam ini kita menggunakan tag <BLOCKQUOTE> yang mengapit paragraf-paragraf yang hendak kita jadikan masuk ke dalam.

 

<HTML><BODY>

 

Ini adalah paragraf normal

 

<BLOCKQUOTE>

 

<P>Ini paragraf yang agak masuk ke dalam.

 

<P align=”justify”>Ini juga contoh paragraf yang agak masuk ke dalam. Dengan kalimat yang agak panjang, kita lihat bahwa <b>semua baris</b> dalam paragraf ini letaknya agak masuk ke dalam. <i>Sama rata sama jauhnya</i>.

 

</BLOCKQUOTE>

 

<P>Nah, paragraf ini kembali normal, karena tag <i>blockquote</i> sudah berlalu alias sudah ditutup di atas. Ngerti, kan?

 

</HTML></BODY>

 

Beginilah tampilannya dalam browser:

Ini adalah paragraf normal

 

Ini paragraf yang agak masuk ke dalam.

 

Ini juga contoh paragraf yang agak masuk ke dalam. Dengan kalimat yang agak panjang, kita lihat bahwa semua baris dalam paragraf ini letaknya agak masuk ke dalam. Sama rata sama jauhnya.

 

Nah, paragraf ini kembali normal, karena tag blockquote sudah berlalu alias sudah ditutup di atas. Ngerti, kan?

 

Ketiga, membuat paragraf dalam susunan daftar definisi (definition list). Daftar definisi ialah susunan paragraf yang berselang-seling antara paragraf normal yang merupakan kalimat yang hendak dijelaskan dengan paragraf yang agak masuk ke dalam yang merupakan penjelasan atau definisi dari kalimat di atasnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini contoh daftar definisi:

 

Daftar Istilah Penting:

 

Internet

Singkatan dari interconnection network atau hubungan antar jaringan. Internet ialah jaringan komputer global dan merupakan jaringan komputer yang terbesar di dunia karena mampu menghubungkan seluruh komputer yang ada di dunia.

HTTP

Singkatan dari Hypertext Transfer Protocol adalah salah satu protokol bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar server komputer dalam internet. Protokol bahasa yang lain dalam internet misalnya: Telnet, News, Gropher, FTP.

 

Karena cuma demo, cukup dua definisi sajalah.

 

Untuk membuat daftar definisi semacam di atas digunakan tiga macam tag yaitu <DL> yang menandai dimulai atau diakhirinya daftar definisi, <DT> yang menandai paragraf normal (yang dijelaskan) dan <DD> yang menandai paragraf yang agak masuk ke dalam (yang menjelaskan paragraf di atasnya).

 

Untuk contoh di atas beginilah kode sumbernya:

 

<HTML><BODY>

 

<p align=”center”><b>Daftar Istilah Penting:</b>

 

<DL>

 

<DT><B>Internet</b>

 

<DD>Singkatan dari <i>interconnection network</i> atau hubungan antar jaringan. Internet ialah jaringan komputer global dan merupakan jaringan komputer yang terbesar di dunia karena mampu menghubungkan seluruh komputer yang ada di dunia.

 

<DT><b>HTTP</B>

 

<DD>Singkatan dari <i>Hypertext Transfer Protocol</i> adalah salah satu protokol bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar server komputer dalam internet. Protokol bahasa yang lain dalam internet misalnya: Telnet, News, Gropher, FTP.

</DL>

 

Karena cuma demo, cukup dua definisi sajalah. Nah, paragraf ini kembali normal.

 

</HTML></BODY>

 

Sekarang, cobalah berlatih membuat daftar definisi sendiri!

 

DAFTAR ITEM (BULLET AND NUMBERING)

 

Ada dua macam daftar item yaitu daftar item tak berurut (bullet) dan daftar item berurut (numbering).

 

Contoh daftar item tak berurut (bullet):

 

* item pertama

* item kedua

* item ketiga

 

Contoh daftar item berurut (numbering):

 

1. item pertama

2. item kedua

3. item ketiga

 

Untuk membuat daftar item tak berurut kita gunakan tag <UL> sedang untuk membuat daftar item berurut digunakan tag <OL>. Adapun setiap item ditandai dengan tag <LI>.

 

Beginilah kode sumber untuk daftar item tak berurut di atas:

 

<ul>

<li>item pertama</li>

<li>item kedua</li>

<li>item ketiga</li>

</ul>

 

Dan beginilah kode sumber untuk daftar item berurut di atas:

 

<ol>

<li>item pertama</li>

<li>item kedua</li>

<li>item ketiga</li>

</ol>

 

Kita pun dapat membuat daftar item bertingkat atau daftar item di dalam daftar item. Contohnya sebagai berikut:

 

* item pertama

* item kedua

o sub item pertama

o sub item kedua

+ sub sub item pertama

+ sub sub item kedua

+ sub sub item ketiga

o sub item ketiga

* item ketiga

 

Untuk membuat daftar item bertingkat seperti di atas tidak ada penambahan tag atau atribut apa-apa. Yang dilakukan hanyalah menempatkan tag-tag daftar item tingkat bawah di dalam daftar item tingkat di atasnya. Untuk jelasnya beginilah source kodenya:

 

<ul>

<li>item pertama</li>

 

<li>item kedua</li>

<ul>

<li>sub item pertama</li>

<li>sub item kedua</li>

<ul>

<li>sub sub item pertama</li>

<li>sub sub item kedua</li>

<li>sub sub item ketiga</li>

</ul>

<li>sub item ketiga</li>

</ul>

<li>item ketiga</li>

</ul>

 

Penulisan kode-kode HTML di atas sengaja kita beri spasi agak ke dalam, agar lebih mudah dibaca dan dimengerti mana yang level pertama, kedua dan seterusnya. Sebenarnya, tanpa pemberian spasi, hasilnya dalam browser tetap akan menggunakan spasi agak ke dalam untuk level-level di bawahnya.

 

Cara yang sama dilakukan untuk membuat daftar item berurut bertingkat. Kita tinggal mengganti tag <UL> dengan tag <OL> maka hasilnya akan seperti ini:

 

1. item pertama

2. item kedua

1. sub item pertama

2. sub item kedua

1. sub sub item pertama

2. sub sub item kedua

3. sub sub item ketiga

3. sub item ketiga

3. item ketiga

 

Dari contoh daftar item tak berurut yang bertingkat di atas, kita lihat bahwa secara default, browser akan menampilkan gambar (bullet) bulatan hitam untuk item-item level pertama, lingkaran untuk untuk item-item level kedua, dan kotak hitam untuk item-item level ketiga.  Sebenarnya kita pun bisa memilih sendiri bullet jenis apa yang kita ingin gunakan dengan menambah atribut TYPE dalam tag <UL>. Rumusnya: <UL TYPE=”jenis bullet”>. Dimana nama bullet ada tiga macam: “disc” untuk bulatan hitam, “circle” untuk lingkaran, dan “square” untuk kotam hitam. Jadi bila kita ingin membuat daftar item semacam ini:

 

* item pertama

* item kedua

* item ketiga

 

Maka kita menuliskan kode-kode HTML sebagai berikut:

 

<ul type=”square”>

<li>item pertama</li>

<li>item kedua</li>

<li>item ketiga</li>

</ul>

 

Untuk daftar item berurut (numbering), jenis angkanya pun dapat diganti dengan menggunakan atribut yang sama. Jadi rumusnya: <OL TYPE=”jenis angka”>. Sedangkan jenis angkanya diisi dengan angka 1, A, a, I, atau i tergantung selera kita. Contoh:

 

<ol type=”I”>

<li>item pertama</li>

<li>item kedua</li>

<ol type=”A”>

<li>sub item pertama</li>

<li>sub item kedua</li>

<ol type=”1″>

<li>sub sub item pertama</li>

<li>sub sub item kedua</li>

<li>sub sub item ketiga</li>

</ol>

<li>sub item ketiga</li>

</ol>

<li>item ketiga</li>

</ol>

 

Akan menghasilkan daftar item sebagai berikut:

 

1. item pertama

2. item kedua

1. sub item pertama

2. sub item kedua

1. sub sub item pertama

2. sub sub item kedua

3. sub sub item ketiga

3. sub item ketiga

3. item ketiga

 

Sekian pelajaran tentang bullet dan numbering.

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

 

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

VARIASI FONT

 

Tanpa campur tangan kita, dokumen HTML menggunakan font default dari Windows (Sistem Operasi Komputer) atau browser (Internet Explorer), biasanya Times New Roman dengan ukuran 12 point. Kita bisa mengubah jenis, warna dan ukuran font sesuai dengan selera kita menggunakan tag <FONT> diikut dengan atribut-atributnya. Misalnya untuk mengubah jenis font kita gunakan atribut FACE:

 

<HTML><BODY>

 

Ini adalah font <FONT FACE=”Arial”>Arial</FONT>, ini adalah font <FONT FACE=”Verdana”>Verdana</FONT>, dan ini adalah font <FONT FACE=”Impact”>Impact</FONT>

 

</HTML></BODY>

 

Bila dilihat dalam browser, akan tampak seperti ini:

Ini adalah font Arial, ini adalah font Verdana, dan ini adalah font Impact

 

Untuk mengubah ukuran font, gunakan atribut SIZE:

 

<HTML><BODY>

 

<FONT SIZE=”1″>Font Size 1</FONT>, <FONT SIZE=”2″>Font Size 2</FONT>, <FONT SIZE=”3″>Font Size 3</FONT>, <FONT SIZE=”4″>Font Size 4</FONT>, <FONT SIZE=”5″>Font Size 5</FONT>, <FONT SIZE=”6″>Font Size 6</FONT>, <FONT SIZE=”7″>Font Size 7</FONT>

 

</HTML></BODY>

 

Bila dilihat dalam browser, akan tampak seperti ini:

Font Size 1, Font Size 2, Font Size 3, Font Size 4, Font Size 5, Font Size 6, Font Size 7

 

Sedangkan untuk mengubah warna tulisan, menggunakan atribut COLOR:

 

<HTML><BODY>

 

<FONT COLOR=”blue”>Tulisan warna biru</FONT>, <FONT COLOR=”red”>Tulisan warna merah</FONT>, <FONT COLOR=”yellow”>Tulisan warna kuning</FONT>

 

</HTML></BODY>

 

Bila dilihat dalam browser, akan tampak seperti ini:

Tulisan warna biru, Tulisan warna merah, Tulisan warna kuning

 

Dalam satu tag FONT kita bisa menggabungkan lebih dari satu atribut. Perhatikan contoh berikut:

 

<HTML><BODY>

 

<FONT FACE=”Arial” SIZE=”2″>Font Arial ukuran 2</FONT>, <FONT FACE=”Verdana” COLOR=”red”>Font Verdana warna merah</FONT>, <FONT FACE=”Impact SIZE=”5″ COLOR=”blue”>Font Impact ukuran 5 warna biru</FONT>

 

</HTML></BODY>

 

Bila dilihat dalam browser, akan tampak seperti ini:

Font Arial ukuran 2, Font Verdana warna merah, Font Impact ukuran 5 warna biru

 

Untuk mengubah font default untuk satu halaman HTML, digunakan tag <BASEFONT> yang ditempatkan diantara tag <HEAD> dan </HEAD>. Contoh:

 

<HTML>

 

<HEAD>

 

<BASEFONT FACE=”arial” SIZE=”10″ COLOR=”blue”>

 

</HEAD>

 

<BODY>

 

Font default untuk semua tulisan pada halaman ini adalah font arial dengan ukuran 10 dan warna biru.

 

</HTML></BODY>

 

Cobalah buat dalam sebuah file HTML kemudian lihat hasilnya dalam browser!

 

SUBSCRIPT DAN SUPERSCRIPT

 

Subscript adalah tulisan yang agak kecil dan letaknya agak di bawah sedangkan superscript adalah tulisan yang agak kecil dan letaknya agak di atas. Untuk menulis subscript kita gunakan tag <SUB> sedang untuk menulis superscript kita gunakan tag <SUP>. Inilah contohnya:

 

<HTML><BODY>

 

Tulisan Normal<SUB>Tulisan Subscript</SUB>

 

<P>Tulisan Normal<SUP>Tulisan Superscript</SUP>

 

</HTML></BODY>

 

Beginilah hasilnya dalam browser:

Tulisan NormalTulisan Subscript

 

Tulisan NormalTulisan Superscript

 

Bagusnya, anda berlatih sedikit. Coba buat tulisan berikut:

Rumus kimia Asam Sulfat adalah H2SO4

 

Luas kolam 150 m2 sedang volume kolam 300 m3

 

Gampang, kan?

 

LINK ATAU KAITAN

 

Sekarang kita akan belajar membuat link yang merupakan ciri khas dari dokumen web. Link adalah sebuah teks atau gambar yang bila di-klik akan membawa anda ke bagian lain dari dokumen web. Sebuah link biasanya ditandai dengan teks warna biru bergaris bawah atau pointer mouse yang berubah menjadi telunjuk tangan. Untuk membuat sebuah teks atau gambar menjadi sebuah link, kita lakukan dengan mengapitnya dengan tag pembuka <A HREF> dan tag penutup </A>. Jadi rumusnya kira-kira sebagai berikut:

 

<A HREF=”lokasi_tujuan”>link</A>.

 

Contoh link yang menuju ke situs lain: hidayatullah online. Inilah kode sumbernya:

 

<A HREF=”http://www.hidayatullah.com”>hidayatullah online</A>

 

Berdasarkan lokasi tujuannya, link dapat dibedakan atas:

 

1. Link yang menuju ke homepage (halaman pertama) dari sebuah situs

2. Link yang menuju ke halaman yang lain dalam situs yang sama

3. Link yang menuju ke halaman yang lain dalam situs yang lain

4. Link yang menuju ke bagian tertentu (bookmark) dalam halaman yang sama.

5. Link yang menuju ke bagian tertentu (bookmark) dalam halaman yang berbeda

6. Link yang mengarah ke sebuah file yang dapat ditampilkan dalam browser, misalnya file image (gambar) atau animasi seperti GIF, JPG, BMP dan sebagainya.

7. Link yang mengarah ke sebuah file tertentu yang tidak bisa ditampilkan atau dijalankan dalam browser misalnya: file program (EXE), file kompresi (ZIP), file audio (seperti MP3, RM), file video, dan lain-lain. Bila link semacam ini diklik, akan muncul kotak dialog yang menanyakan apakah anda akan menyimpan (save) file itu dalam hardisk atau menjalankannya dengan program yang sesuai. Proses pengambilan dan penyimpanan file semacam inilah yang dinamakan download.

8. Link yang mengarah ke alamat email. Bila link ini diklik akan membuka jendela pengiriman email dari program email yang terinstall pada komputer user (misalnya Microsoft Outlook). Pada kotak tujuan email (To:) sudah tercantum alamat email tujuan.

 

Untuk setiap jenis link di atas, yang penting untuk diketahui adalah cara penulisan alamat atau lokasi (URL) dari situs atau file yang dituju oleh link itu. Lokasi ini ditulis diantara tanda kutip sesudah atribut href=. Ketentuannya sebagai berikut:

 

1. Link yang menuju ke homepage (halaman pertama) dari situs lain, cukup dituliskan alamat URL dari website tersebut, misalnya: href=”http://www.situs.com&#8221;.

2. Link yang menuju ke halaman lain dalam situs lain, maka harus kita tuliskan alamat URL dan lokasi filenya.

Misalnya: href=”http://www.situs.com/sini/situ.htm&#8221;.

3. Link yang menuju ke halaman lain dalam situs yang sama, maka cukup dituliskan lokasi filenya, tanpa menuliskan alamat URL situs itu. Dalam hal ini ada beberapa kemungkinan:

a) Bila file tersebut berlokasi pada folder yang sama dengan file dari link tersebut maka cukup dituliskan nama filenya, misalnya: href=”freeware1.htm”.

b) Bila file yang dituju itu berada dalam folder yang lain di bawah folder yang ditempati oleh link tersebut, maka harus dituliskan nama foldernya. Misalnya: href=”javascript/js001.htm”.

c) Sedangkan bila file yang dituju itu berada dalam folder yang lain di atas folder yang ditempati oleh file dari link tersebut maka dituliskan seperti berikut: href=”../rainbow.gif”.

d) Bila file tersebut letaknya dua tingkat di atas maka dituliskan dua kali titik dua seperti ini: href=”../../rainbow.gif” dan seterusnya.

4. Untuk membuat link yang menuju ke bagian tertentu dari sebuah halaman web, sebelumnya kita harus memberi nama pada tempat/lokasi yang akan dituju itu dengan mencantumkan tag <a name=”bagian”></a> pada baris yang akan dituju itu. Setelah itu barulah kita bisa membuat link yang menuju ke bagian tersebut. Dalam hal ini ada dua kemungkinan.

a) Bila tempat yang dituju itu terdapat dalam halaman yang sama dengan link tersebut maka cukup dituliskan nama lokasi yang dituju itu. Misalnya: href=#bagian.

b) Bila tempat yang dituju itu terletak pada halaman yang lain maka harus dituliskan nama file dari halaman itu baru nama tempatnya. Misalnya: href=”lain.htm#bagian”.

5. Link yang mengarah ke sebuah file yang bukan file HTML misalnya file program, audio, image, dan lain-lain cara penulisannya sama saja caranya dengan file HTML seperti pada point 1, 2 dan 3 di atas.

6. Link yang berisi alamat email dituliskan seperti berikut: href=”mailto:adifitrah@maktoob.com”.

 

Telah kita ketahui bahwa bila sebuah link diklik maka browser akan menampilkan halaman yang dituju oleh link tersebut. Cara browser memunculkan halaman tujuan ini ada dua macam.

 

1. Ditampilkan pada jendela yang sama. Artinya, halaman tempat link itu akan digantikan oleh halaman yang dituju oleh link tersebut. Ini merupakan cara pemunculan default.

2. Ditampilkan pada jendela yang lain. Artinya, akan muncul jendela baru yang menampilkan halaman yang dituju. Untuk membuat link semacam ini, kita harus menambahkan atribut TARGET=”_blank” dalam tag <A HREF>. Contoh: <a href=”webpage.htm” target=”_blank”>.

 

Sekian pelajaran tentang link. Agar anda lebih mengerti cara pembuatan macam-macam link tersebut, selanjutnya anda akan berlatih membuat beberapa halaman web dengan sejumlah link di dalamnya.

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

PRAKTEK MEMBUAT HALAMAN WEB

 

Untuk mempermantap keterampilan anda dalam membuat link sekaligus mengulang semua pelajaran yang telah lalu, kita akan mencoba membuat halaman web. Anggaplah ini adalah proyek pembuatan web anda yang pertama.

 

Bukalah program Notepad anda. Klik menu File lalu Save. Pada kotak dialog yang muncul masuklah ke folder My Documents lalu folder My Webs. Cara masuknya, klik ganda (klik dua kali dengan cepat) folder yang bersangkutan. Setelah anda berada dalam folder My Webs, buatlah folder baru dengan cara mengklik ikon create new folder yang berada pada ikon ketiga. Maka akan muncul folder New Folder, silakan anda ganti namanya misalnya web1. Setelah itu pada kotak Save As Type, ganti isinya dengan All File. Lalu isi kotak File Name dengan nama yang anda sukai misalnya home.htm. Klik Save.

 

Pada file dengan nama home.htm ini, buatlah halaman web dengan judul (title) Halaman Pertama. Kemudian isilah halaman tersebut sedemikian rupa sehingga dalam browser tampak seperti ini:

 

HAL. 1 | HAL. 2 | HAL. 3

Selamat Datang di Proyek Pertama !

 

Judul di atas merupakan header level kedua yang diletakkan di tengah. Dalam proyek pertama ini saya akan berlatih membuat halaman web yang sangat-sangat sederhana. Halaman web ini akan saya isi dengan beberapa format penulisan halaman web yang telah saya pelajari. Dengan demikian saya bisa memperlancar dan mempermantap keterampilan saya membuat halaman web. Amin…!

Ini Header Level Ketiga

 

Masih ingat, kan cara membuat paragraf? Suatu paragraf bisa tidak diberi tag penutup. Yang penting anda ingat, bila akan membuat lagi paragraf baru, tulis tag pembuka paragraf. Sedangkan untuk membuat baris, ada tag tersendiri.

 

Dalam paragraf ini anda akan mengulangi pelajaran membuat baris, seperti di bawah ini:

Klik di sini untuk melihat Daftar Definisi.

Untuk melihat Kesan dan Pesan, klik di sini.

 

Ini paragraf baru. Perlu anda ketahui bahwa halaman web yang tampak dalam browser merupakan beberapa baris kalimat, bila dibuat dalam kode HTML, bisa saja ditulis dalam satu baris saja. Yang penting untuk setiap baris baru harus diawali dengan tag <BR>. Ngerti maksudnya?

 

Kembali Keatas | Selanjutnya

 

Sekarang kita akan membuat halaman web selanjutnya dengan judul Halaman Kedua dengan tampilan dalam browser sebagai berikut:

 

HAL. 1 | HAL. 2 | HAL. 3

Mengutak-atik Font

 

Dalam halaman ini, kita menggunakan warna background kuning dengan font Comic Sans ukuran 2 warna biru sebagai font default. Masih ingat, kan cara pengaturannya?

Daftar Definisi

 

Internet

Singkatan dari interconnection network atau hubungan antar jaringan. Internet ialah jaringan komputer global dan merupakan jaringan komputer yang terbesar di dunia karena mampu menghubungkan seluruh komputer yang ada di dunia.

HTTP

Singkatan dari Hypertext Transfer Protocol adalah salah satu protokol bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar server komputer dalam internet. Protokol bahasa yang lain dalam internet misalnya: Telnet, News, Gropher, FTP.

URL

Singkatan dari Uniform Resource Locator adalah standar pegalamatan sebuah file di Internet yang dirancang khusus untuk digunakan dengan browser WWW seperti Netscape, Internet Explorer, Opera, dan lain-lain.

 

Bila anda ingin mencari terjemahan kata-kata Inggris ke Indonesia atau Indonesia ke Inggris, pergilah ke situs KamusWeb.

 

Kembali Keatas | Selanjutnya

 

Simpanlah halaman di atas dengan nama misalnya: kuning.htm. Kemudian buatlah satu halaman web lagi dengan titel Halaman Ketiga seperti berikut:

 

HAL. 1 | HAL. 2 | HAL. 3

Inilah Biodataku ….

 

1. Nama

2. Tempat/tanggal lahir

3. Nama orang tua

1. Ayah

2. Ibu

4. Pendidikan

1. Sekolah dasar

2. Sekolah menengah pertama

3. Sekolah menengah atas

4. Perguruan tinggi

5. Pekerjaan

6. Alamat

* Rumah

* Kantor

7. Hobi

 

Pesan dan Kesan

 

Membuat website sebenarnya gampang-gampang susah. Gampang karena kita tinggal mengganti kalimat-kalimat yang diletakkan diantara tag-tag. Kalau mau lebih mudah lagi, ambil saja halaman web yang sudah jadi (pilih yang paling sederhana). Buka source code-nya, kemudian edit lah isinya sesuai keinginan anda. Susahnya bila ingin membuat halaman web yang rumit dan dinamis. Untuk itu kita perlu belajar lebih banyak dan lebih giat lagi ….!

 

Kembali Keatas

 

Simpanlah halaman ketiga di atas dengan nama misalnya: biodata.htm. Sekarang kita telah mempunyai tiga buah file HTML yaitu home.htm, kuning.htm dan biodata.htm. Tugas kita selanjutnya adalah memasukkan link-link ke dalam setiap halaman web tersebut.

 

Dalam setiap halaman, di bagian atasnya terdapat link-link berikut: HAL. 1, HAL. 2 dan HAL. 3. Masing-masing link menuju ke file home.htm, kuning.htm dan biodata.htm.

 

<P ALIGN=”RIGHT”><A HREF=”home.htm”>HAL. 1</A> | <A HREF=”kuning.htm”>HAL. 2</A> | <A HREF=”biodata.htm”>HAL. 3</A>

 

Juga dalam setiap halaman, terdapat link Kembali Keatas dan Selanjutnya. Teks Kembali Keatas merupakan link yang membawa kita ke bagian paling atas dari setiap halaman. Untuk itu sebelumnya kita harus memberi nama pada baris tulisan HAL. 1 | HAL. 2 | HAL. 3 yang merupakan baris teratas dari setiap halaman.

 

<HTML><HEAD><TITLE>Halaman Pertama</TITLE></HEAD>

 

<A NAME=”atas”></A><P ALIGN=”RIGHT”><A HREF=”home.htm”>HAL. 1</A> | <A HREF=”kuning.htm”>HAL. 2</A> | <A HREF=”biodata.htm”>HAL. 3</A>

 

Setelah itu barulah kita membuat link Kembali Keatas dengan kode sebagai berikut:

 

<A HREF=”#atas”>Kembali Keatas</A>

 

Sedang teks Selanjutnya dijadikan link yang menuju ke file sesudahnya. Yakni dari file home.htm menuju ke kuning.htm dan dari file kuning.htm menuju ke biodata.htm. Contoh dalam file home.htm:

 

<A HREF=”#atas”>Kembali Keatas</A> | <A HREF=”kuning.htm”>Selanjutnya</A>

 

Dalam halaman pertama terdapat dua link lagi di bagian tengah yaitu link yang menuju ke Daftar Definisi yang ada di halaman kedua dan link yang menuju ke Kesan dan Pesan yang ada di halaman ketiga. Karena itu kita harus mencantumkan nama terlebih dahulu pada baris Daftar Definisi di halaman kedua (file kuning.htm) dan pada baris Kesan dan Pesan di halaman ketiga (file biodata.htm) seperti contoh berikut:

 

<A NAME=”defin”></A><H3>Daftar Definisi</H3>

 

Untuk halaman ketiga:

 

<A NAME=”kesan”></A><H3>Kesan dan Pesan</H3>

 

Setelah itu barulah kita bisa memberi link pada kalimat berikut di halaman pertama:

 

<BR><A HREF=”#defin”>Klik di sini</A>untuk melihat <B>Daftar Definisi</B>.

 

<BR>Untuk melihat<B>Kesan dan Pesan</B>, <A HREF=”#kesan”>klik di sini</A>.

 

Di halaman kedua (file kuning.htm) terdapat contoh link yang menuju ke situs yang lain. Buatlah link tersebut bila di-klik akan membuka jendela browser baru untuk menampilkannya. Begini jadinya:

 

<A HREF=”http://www.kamus.web.id&#8221; TARGET=”_blank”>Kamus Web</A>

 

Bila anda telah selesai memasukkan seluruh link-link tersebut, bukalah browser anda, kemudian cobalah meng-klik semua link-link yang terdapat dalam ketiga halaman web itu.

 

Sampai pelajaran ini, anda sebetulnya sudah dapat membuat website sendiri. Kami sangat menyarankan anda mencoba membuat website sederhana dengan bekal pengetahuan yang telah anda pelajari.

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

 

 

 

PENGENALAN KODE HTML

 

Dalam program Notepad anda, tulislah seperti ini:

 

<HTML>

 

</HTML>

 

Masing-masing baris di atas disebut tag. Tag adalah kode yang digunakan untuk me-mark-up (memoles) teks ASCII menjadi file HTML. Setiap tag diapit dengan tanda kurung runcing.  Ada tag pembuka yaitu <HTML> dan ada tag penutup yaitu </HTML> yang ditandai dengan tanda slash (garis miring) di depan awal tulisannya. Tag di atas memberikan faidah bahwa yang akan ditulis diantara kedua tag tersebut adalah isi dari dokumen HTML. Perlu anda ketahui bahwa tag-tag html dapat ditulis dengan huruf besar ataupun huruf kecil. Artinya, penulisan <HTML> atau <html> atau <Html> sama saja hasilnya. Namun perlu selalu diingat bahwa penulisan tag yang salah meskipun hanya satu karakter akan berpengaruh terhadap dokumen HTML anda, bahkan bisa berakibat dokumen HTML anda tidak bisa ditampilkan dalam browser.

 

Sekarang kita akan beralih pada tag selanjutnya. Tambahkanlah tag seperti berikut:

 

<HTML>

 

<BODY>

 

</BODY>

 

</HTML>

 

Isi dari dokumen HTML yang sesungguhnya adalah yang ditulis diantara tag <BODY>. Coba tuliskan:

 

<HTML>

 

<BODY>

 

Tulisan ini akan tampak dalam browser.

 

</BODY>

 

</HTML>

 

Sekarang simpanlah file ini dengan meng-klik menu File lalu Save As. Pada kotak dialog yang muncul, terlebih dahulu klik anak panah kecil di ujung kanan kotak Save as type kemudian pilih All Files (*.*). Setelah itu, isilah kotak File name dengan nama file yang anda inginkan misalnya: latih1.htm. Jangan lupa penambahan ekstensi .htm di belakang nama file! Akhirnya, klik tombol Save maka file akan tersimpan sebagai dokumen web. Kini, tutuplah program Notepad anda. Sekarang bukalah lagi program browser (Internet Explorer) selain jendela browser yang anda baca ini. Klik menu File lalu Open. Pada kotak dialog yang muncul, klik tombol Browse. Cari dan pilih file latih1.htm lalu klik Open. Nah, lihatlah hasil karya anda yang pertama!

Tulisan ini akan tampak dalam browser

 

Apakah tag BODY fungsinya sekedar penanda tubuh atau isi dari dokumen web? Tidak, dalam tag BODY ini bisa kita sisipkan bermacam-macam atribut yang akan berpengaruh terhadap format atau tampilan halaman web secara keseluruhan. Pada kesempatan ini kita mengambil contoh bagaimana mengubah warna latar belakang dan warna tulisan dari halaman web dengan penambahan atribut ke dalam tag BODY.

 

Sekarang lihatlah kembali browser anda yang sedang menampilkan file latih1 tadi. Klik menu View lalu Source. Dengan instruksi ini akan muncullah program Notepad yang di dalamnya tampak source code atau kode-kode HTML yang tadi anda buat. Misalnya kita akan menjadikan halaman web latih1 ini menjadi berwarna latar belakang kuning dengan tulisan berwarna merah. Untuk itu, kita perlu menambahkan atribut BGCOLOR dan TEXT ke dalam tag body sebagai berikut:

 

<HTML>

 

<BODY BGCOLOR=”yellow” TEXT=”red”>

 

Tulisan ini akan tampak dalam browser.

 

</BODY>

 

</HTML>

 

Simpanlah kembali file ini (klik File lalu Save). Untuk melihat bagaimana hasilnya, pergilah lagi ke program browser yang menampilkan halaman web latih1 tadi. Klik menu View lalu Refresh atau klik tombol Refresh pada toolbar atau bisa juga dengan menekan tombol F5 pada keyboard. Dengan demikian, browser akan memanggil ulang file latih1 yang kini sudah mengalami perubahan. Maka akan tampaklah hasilnya:

Tulisan ini akan tampak dalam browser

 

Perlu diketahui bahwa penentuan warna pada HTML bisa dengan nama warna (dalam bahasa Inggris) dan bisa pula dengan kode warna. Kode warna ditulis dalam format heksa #rrggbb. Berikut ini adalah 16 nama warna beserta kodenya dalam format heksa (harap diingat bahwa tulisan 0 adalah angka nol, bukan huruf O).

black    #000000          blue     #0000FF          olive    #808000

white   #FFFFFF         fuchsia             #FF00FF         green   #008000

red       #FF0000          gray     #808080          teal      #008080

yellow             #FFFF00         silver    #C0C0C0        navy    #000080

lime     #00FF00          maroon            #800000          purple #800080

aqua     #00FFFF

 

Dengan demikian, kode HTML untuk contoh di atas bisa ditulis sebagai berikut:

 

<HTML>

 

<BODY BGCOLOR=”#FFFF00″ TEXT=”#FF0000″>

 

Tulisan ini akan tampak dalam browser.

 

</BODY>

 

</HTML>

 

Dengan menggunakan kode warna heksa, variasi warna yang dibuat bisa lebih banyak. Klik di sini untuk melihat daftar kode warna yang lainnya!

 

Demikianlah sekilas fungsi tag BODY. Sekarang bukalah kembali source code alias kode-kode HTML. Masih ingat, kan caranya? (Klik menu View lalu Source). Tambahkanlah tag-tag berikut ini:

 

<HTML>

 

<HEAD>

 

<TITLE></TITLE>

 

</HEAD>

 

<BODY BGCOLOR=”yellow” TEXT=”red”>

 

Tulisan ini akan tampak dalam browser.

 

</BODY>

 

</HTML>

 

Di sini terlihat bahwa kita menambah tag <HEAD> dan tag <TITLE>. Tag HEAD berfungsi untuk mengapit berbagai macam fungsi dan informasi yang berkenan dengan halaman web yang bersangkutan. Pada latihan kali ini, kita memasukkan tag TITLE diantara tag HEAD. Sesuai namanya, tag TITLE ini berfungsi untuk mengapit kalimat yang menjadi judul dari halaman web tersebut. Sekarang mari kita tuliskan judul halaman web ini:

 

<HTML>

 

<HEAD>

 

<TITLE>Karya Pertamaku</TITLE>

 

</HEAD>

 

<BODY BGCOLOR=”yellow” TEXT=”red”>

 

Tulisan ini akan tampak dalam browser.

 

</BODY>

 

</HTML>

 

Simpan lagi file ini dengan meng-klik File lalu Save. Sekarang kita akan melihat bagaimana perubahannya dalam browser. Lakukan lagi Refresh seperti di atas. Maka anda akan melihat di baris teratas (yang dinamakan Title Bar) dari program browser akan menampilkan judul atau titel dari halaman web anda yaitu: Karya Pertamaku. Alhamdulillah, selesailah latihan pertama kita.

 

MENGUTAK-ATIK HURUF

 

Dalam latihan kedua ini, kita akan mempelajari beberapa tag yang relatif mudah diingat. Tag-tag ini berfungsi untuk mengubah tipe huruf yaitu menebalkan (bold), membuat tulisan miring (italic) atau memberi garis bawah (underline). Buka lagi program Notepad kemudian tuliskan seperti berikut ini:

 

<HTML>

 

<HEAD>

 

<TITLE>Tipe-tipe Teks</TILE>

 

</HEAD>

 

<BODY>

 

Ada tiga macam tipe tulisan yang paling sering digunakan dalam penulisan dokumen apa saja. Ketiga tipe tersebut ialah tulisan tebal, tulisan miring dan tulisan bergaris bawah. Bisa pula dua tipe huruf dipadukan misalnya tulisan tebal dan miring, tulisan tebal dan bergaris bawah atau tulisan miring dan bergaris bawah. Bahkan bisa pula ketiga tipe tulisan tersebut sekaligus bergabung menjadi satu berupa tulisan tebal, miring dan bergaris bawah.

 

</BODY>

 

</HTML>

 

Simpanlah file tersebut. Jangan lupa mengikuti langkah-langkah cara menyimpan file HTML yang sudah kita pelajari dalam latihan pertama dahulu. Setelah file tersimpan, bukalah file tersebut dengan program Internet Explorer. Perhatikanlah bahwa semua tulisan dalam dokumen tersebut masih seragam. Kini, kita akan melakukan sedikit perubahan pada beberapa kata dan kalimat yang ada di situ sehingga menjadi seperti ini:

Ada tiga macam tipe tulisan yang paling sering digunakan dalam penulisan dokumen apa saja. Ketiga tipe tersebut ialah tulisan tebal, tulisan miringdan tulisan bergaris bawah. Bisa pula dua tipe huruf dipadukan misalnya tulisan tebal dan miring, tulisan tebal dan bergaris bawah atau tulisan miring dan bergaris bawah. Bahkan bisa pula ketiga tipe tulisan tersebut sekaligus bergabung menjadi satu berupa tulisan tebal, miring dan bergaris bawah.

 

Bagaimana caranya? Bukalah source code dari dokumen tadi (tekan F5), kemudian tambahkan tag-tag berikut. Tag-tag tersebut adalah <B> untuk menebalkan (bold) tulisan, <I> untuk memiringkan (italic) tulisan dan <U> untuk menggaris-bawahi (underline) tulisan:

 

<HTML>

 

<HEAD>

 

<TITLE>Tipe-tipe Teks</TITLE>

 

</HEAD>

 

<BODY>

 

Ada tiga macam tipe tulisan yang paling sering digunakan dalam penulisan dokumen apa saja. Ketiga tipe tersebut ialah tulisan <B>tebal</B>, tulisan <I>miring</I> dan tulisan <U>bergaris bawah</U>. Bisa pula dua tipe huruf dipadukan misalnya tulisan <B><I>tebal dan miring</B></I>, tulisan <B><U>tebal dan bergaris bawah</B></U> atau tulisan <I><U>miring dan bergaris bawah</I></U>. Bahkan bisa pula ketiga tipe tulisan tersebut sekaligus bergabung menjadi satu berupa tulisan <B><I><U>tebal, miring dan bergaris bawah</B></I></U>.

 

</BODY>

 

</HTML>

 

Setelah anda menambahkan semua tag-tag tersebut, simpan (Save) file source code itu kemudian lakukan Refresh pada dokumen web yang tampak pada program browser anda. Lihatlah hasil perubahannya! Andaikata ada yang tidak beres, coba perhatikan baik-baik penulisan tag-tag anda, mulai dari tag pembuka <HTML> hingga </HTML> jangan sampai ada yang salah tulis meskipun satu karakter. Misalnya: bila tag </TITLE> anda tulis </TILE> maka browser tidak akan menampilkan tulisan apa-apa dalam dokumen anda. Kalau tidak percaya, cobalah menulis source code yang salah seperti itu, simpan (save) kemudian refresh dokumen anda dan lihatlah hasilnya!

 

Untuk lebih mempermantap keterampilan yang anda dapatkan dari latihan kedua ini, ada baiknya anda mencoba membuat dokumen HTML berikut ini. Buatlah dokumen dengan judul (titel): Pemantapan Tipe-tipe Teks, yang isinya adalah tulisan seperti berikut:

 

Karena file-file HTML sebenarnya adalah file-file ASCII biasa, maka anda dapat menggunakan editor-editor teks sederhana seperti WordStar (WS), Notepad, MS Write, dan lain-lain. Editor-editor teks tersebut dapat membimbing anda mempelajari kode-kode HTML secara luar dalam. Akan tetapi mungkin anda sedikit frustrasi karena harus mengetik semua kode HTML baris per baris yang dalam perkembangannya akan menjadi sangat rumit. Meski demikian, menggunakan teks editor untuk membuat halaman web adalah cara terbaik untuk benar-benar mengerti tentang struktur file HTML.

 

Bila anda sudah menyimpannya, bukalah dan lihatlah hasilnya dalam program browser.

HEADER ATAU KEPALA TULISAN

 

Header adalah huruf-huruf berukuran khusus yang digunakan untuk menuliskan judul bab atau sub bab. Ada enam tingkatan header mulai dari H1 hingga H6. H1 adalah header yang paling besar dan H6 adalah header yang paling kecil. Coba tulis dalam Notepad anda sebagai berikut:

<HTML><BODY>

<H1>Header level 1</H1>

<H2>Header level 2</H2>

<H3>Header level 3</H3>

<H4>Header level 4</H4>

<H5>Header level 5</H5>

<H6>Header level 6</H6>

<HTML><BODY>

 

Simpanlah dalam format file HTML kemudian buka dalam browser. Hasilnya akan tampak sebagai berikut:

Header level 1

Header level 2

Header level 3

Header level 4

Header level 5

Header level 6

 

BARIS DAN PARAGRAF

 

Sekarang kita akan mempelajari bagaimana cara membuat baris dan paragraf. Biasanya, untuk membuat baris baru, kita lakukan dengan menekan tombol Enter. Bagaimana dengan dokumen HTML? Cobalah membuat tulisan berikut pada Notepad:

<HTML><BODY>

Baris pertama

Baris kedua

Baris ketiga

<HTML><BODY>

 

Simpanlah sebagai file HTML kemudian bukalah dalam browser. Bagaimana hasilnya? Ternyata hasilnya hanya seperti ini:

Baris pertama Baris kedua Baris ketiga.

 

Kesimpulannya, penekanan tombol Enter tidak menghasilkan baris dalam tampilan browser. Demikianlah sifat penulisan dokumen HTML. Lantas, bagaimana caranya membuat baris? Gunakanlah tag <BR>. Tag ini tidak mempunyai tag penutup. Bukalah source kode file HTML tadi lalu edit seperti berikut:

 

<HTML><BODY>

 

Baris pertama

 

<BR>Baris kedua

 

<BR>Baris ketiga

 

</HTML></BODY>

 

Simpan kemudian lihat hasilnya dengan me-refresh pada browser. Hasilnya kurang lebih akan seperti ini:

 

Baris pertama

 

Baris kedua

 

Baris ketiga

 

Membuat baris kalimat, gampang kan ? Tag <BR> tersebut dapat pula digunakan untuk membuat baris kosong, artinya baris yang tidak mempunyai kalimat apa-apa. Editlah sekali lagi source code latih4.htm menjadi seperti ini:

 

<HTML><BODY>

 

Baris pertama<BR><BR>Baris kedua kosong, dan ini baris ketiga<BR><BR><BR>Baris keempat dan kelima kosong, dan ini baris keenam

 

</BODY></HTML>

 

Simpan lalu refresh sekali lagi maka hasilnya akan seperti ini:

 

Baris pertama

 

Baris kedua kosong, dan ini baris ketiga

 

 

 

Baris keempat dan kelima kosong, dan ini baris keenam

 

Di sini kita lihat bahwa tag <BR> yang ditulis dua kali akan menghasilkan dua baris, demikian seterusnya. Setelah pandai membuat baris, sekarang kita akan belajar membuat paragraf. Perhatikanlah contoh tulisan di bawah ini:

 

<HTML><BODY>

 

Paragraf pertama <P>Paragraf kedua <P>Paragraf ketiga

 

</BODY></HTML>

 

Bila dilihat dalam browser, hasilnya akan seperti ini:

 

Paragraf pertama

 

Paragraf kedua

 

Paragraf ketiga

 

Dengan berpatokan pada contoh penggunaan tag <P> di atas, cobalah buat file HTML dengan menggunakan Notepad sehingga menghasilkan dokumen HTML yang akan tampak di browser seperti ini:

 

World Wide Web (WWW) merupakan sebuah sistem dimana informasi (teks, gambar, suara, dan lain-lain) dipresentasikan dalam bentuk hypertext dan dapat diakses oleh sebuah peraga WWW (yang sering disebut sebagai browser).

 

Informasi di WWW pada umumnya ditulis dalam bentuk HTML (Hypertext Markup Language). Selain itu, informasi lain dapat berupa gambar (dalam format GIF, JPG, PNG), suara (dalam format AU, WAV), dan objek multimedia lainnya (seperti MIDI, Shockwave, Quicktime Movie, 3D World).

 

Bila anda masih mengingat pelajaran-pelajaran terdahulu, maka tanpa kesulitan yang berarti anda akan bisa membuat source code untuk menghasilkan tulisan-tulisan di atas. Kode sumbernya kira-kira sebagai berikut:

 

<HTML><BODY>

 

<B>World Wide Web</B> (WWW) merupakan sebuah sistem dimana informasi (teks, gambar, suara, dan lain-lain) dipresentasikan dalam bentuk <I>hypertext</I> dan dapat diakses oleh sebuah peraga WWW (yang sering disebut sebagai <U>browser</U>).

<P>Informasi di WWW pada umumnya ditulis dalam bentuk HTML (Hypertext Markup Language). Selain itu, informasi lain dapat berupa: gambar (dalam format GIF, JPG, PNG), suara (dalam format AU, WAV), dan objek multimedia lainnya (seperti MIDI, Shockwave, Quicktime Movie, 3D World).

 

</HTML></BODY>

 

Simpanlah file di atas kemudian buka dalam browser.

 

NOTASI KHUSUS

 

Kita telah mengetahui bahwa browser tidak mengenal pembuatan baris dengan tombol Enter. Disamping itu, browser juga tidak mengenal pembuatan spasi lebih dari satu spasi dengan menekan tombol Spasi ataupun tombol Tab. Nah, bagaimana caranya membuat lebih dari satu spasi dalam dokumen HTML? Pembuatan spasi dalam kode-kode HTML diganti tulisan &nbsp; seperti yang bisa kita lihat pada contoh berikut ini:

 

<HTML><BODY>

 

kata-kata ini diantarai satu spasi sedangkan<br>kata-kata &nbsp;&nbsp;&nbsp; ini &nbsp;&nbsp;&nbsp; diantarai &nbsp;&nbsp;&nbsp; lima &nbsp;&nbsp;&nbsp; spasi

 

</HTML></BODY>

 

Bila dilihat dalam browser hasilnya akan seperti ini:

Kata-kata ini diantarai satu spasi sedangkan

 

kata-kata     ini     diantarai     lima     spasi

 

Disamping notasi untuk pembuatan spasi (&nbsp;) ada lagi sejumlah notasi khusus untuk penulisan karakter-karakter tertentu. Karakter-karakter ini harus dituliskan dengan notasi khusus mengingat karakter-karakter ini dipakai juga sebagai kode-kode tag atau karena memang tidak dijumpai dalam karakter teks ASCII. Berikut beberapa diantaranya:

Karakter          Keterangan      Notasi

<          kurung runcing buka   &lt;

>          kurung runcing tutup &gt;

&         dan      &amp;

”           tanda petik ganda       &quot;

+          tanda plus minus         &plusmn;

©         hak cipta atau copyright          &copy;

®         terdaftar atau registered          &reg;

 

Misalnya kita akan membuat tulisan seperti ini:

Tip & Trik ini disajikan untuk para “pemula”. Banyaknya ± 75 artikel. Dan setiap artikel terdaftar® dalam direktorat hak cipta©.

<harap maklum>

 

Beginilah cara penulisannya dengan bahasa HTML:

 

<HTML><BODY>

 

Tip &amp; Trik ini disajikan untuk para &quot;pemula&quot;. Banyaknya &plusmn; 75 artikel. Dan setiap artikel terdaftar&reg; dalam direktorat hak cipta&copy;. <br>&lt;harap maklum&gt;.

 

</HTML></BODY>

 

MENAMPILKAN APA ADANYA

 

Meskipun browser tidak mengenali spasi lebih dari sekali , tabulasi dan pembuatan baris dengan enter, namun dengan menggunakan tag <PRE> maka browser akan menampilkan teks apa adanya, maksudnya spasi dianggap spasi, tabulasi dianggap tabulasi dan enter dianggap enter. Bahkan font-nya pun muncul sesuai aslinya. Begini contohnya:

 

<HTML><BODY>

 

<PRE>

 

<B>Pantun Petuah</B>

 

 

 

Berakit-rakit     ke hulu

 

Bersenang-senang kemudian

 

 

 

Bersakit-sakit     dahulu

 

Bersenang-senang kemudian

 

</PRE>

 

</BODY></HTML>

 

Simpanlah file di atas sebagai file HTML kemudian tampilkan dalam browser, hasilnya akan seperti ini:

 

Pantun Petuah

 

Berakit-rakit     ke hulu

Bersenang-senang kemudian

 

Bersakit-sakit     dahulu

Bersenang-senang kemudian

 

Tag <PRE> ini sangat diperlukan bila kita ingin menampilkan dalam halaman web sekumpulan karakter ASCII dalam susunan tertentu seperti contoh berikut ini:

 

___________________

|,—–.,—–.,—.\

||     ||     ||    \\

|`—–’|—–||—–\`—-.

[       |    -||-   _|    (|

[  ,--. |_____||___/.--.   |

=-(( `))-----------(( `))-==

`--'             `--'

 

Anda tertarik dengan gambar di atas? Itu dinamakan ASCII Art. Ada beberapa contoh di sini

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

ALIGNMENT ATAU PERATAAN

Dalam tulisan cetak, dikenal tiga atau empat macam perataan yaitu rata kiri (align left), di tengah (center), rata kanan (align right) dan rata kiri dan kanan (justify). Tag Header dan Tag Paragraf dapat disisipi dengan atribut align untuk melakukan perataan ini.

Contoh atribut perataan dalam tag header:

<HTML><BODY>

<H1>Header level 1</H1>

<H2 align=”center”>Header level 2</H2>

<H3 align=”right”>Header level 3</H3>

<HTML><BODY>

Bila dilihat dalam browser, tampak seperti ini:

Header level 1

Header level 2

Header level 3

Contoh atribut perataan dalam tag paragraf:

<HTML><BODY>

<P>paragraf rata kiri adalah default

<P align=”center”>paragraf di tengah

<P align=”right”>paragraf rata kanan

<P align=”justify”>paragraf rata kiri dan kanan

</HTML></BODY>

Hasilnya seperti yang anda bayangkan:

paragraf rata kiri adalah default

paragraf di tengah

paragraf rata kanan

paragraf rata kiri dan kanan

Berpedoman dengan contoh di atas, cobalah membuat tulisan dengan model header dan paragraf sebagai berikut:

Untuk Apa Mempunyai Homepage?

Jika anda seorang pelajar atau mahasiswa, anda dapat membuat homepage untuk memperkenalkan sekolah atau universitas anda. Apa kegiatannya, program kerjanya di masa datang, organisasi-organisasi yang terdapat di dalamnya, dan lain sebagainya.

Jika anda seorang ilmuwan, peneliti atau saintis, homepage anda bisa diisi dengan publikasi karya ilmiah anda, tesis, proposal-proposal iptek, rencana penelitian, masalah yang dihadapi dalam penelitian, jadwal seminar, dan lain sebagainya. Selain itu, anda juga bisa membuat polling online untuk keperluan riset atau untuk mendukung teori-teori anda.

Jika anda seorang pengusaha, anda dapat mengisi homepage anda dengan barang-barang produksi atau perdagangan anda, tipe dan jenisnya, dukungan purna jualnya, pemasarannya, profil perusahaan, jumlah karyawan, lowongan pekerjaan, grafik kemajuan perusahaan, dan sebagainya.

INDENTASI

Disamping mengatur perataan, kita pun bisa mengatur posisi baris-baris paragraf dari margin (tepi halaman). Ada tiga macam bentuk indentasi paragraf. Pertama, baris pertamanya saja yang agak masuk ke dalam. Untuk membuat paragraf semacam ini kita menggunakan tag <DD>. Contoh:

<HTML><BODY>

<DD>Paragraf atau alinea ialah sekumpulan kalimat yang mengandung satu pokok pikiran. Antara satu paragraf dengan paragraf lainnya biasanya dipisahkan oleh baris kosong. Namun biasa pula paragraf itu ditandai dengan posisi baris pertamanya yang agak masuk ke dalam.

<HTML><BODY>

Beginilah hasilnya bila dibuka dalam browser:

Paragraf atau alinea ialah sekumpulan kalimat yang mengandung satu pokok pikiran. Antara satu paragraf dengan paragraf lainnya biasanya dipisahkan oleh baris kosong. Namun biasa pula paragraf itu ditandai dengan posisi baris pertamanya yang agak masuk ke dalam.

Kedua, membuat paragraf yang semua barisnya agak masuk ke dalam. Untuk membuat paragraf semacam ini kita menggunakan tag <BLOCKQUOTE> yang mengapit paragraf-paragraf yang hendak kita jadikan masuk ke dalam.

<HTML><BODY>

Ini adalah paragraf normal

<BLOCKQUOTE>

<P>Ini paragraf yang agak masuk ke dalam.

<P align=”justify”>Ini juga contoh paragraf yang agak masuk ke dalam. Dengan kalimat yang agak panjang, kita lihat bahwa <b>semua baris</b> dalam paragraf ini letaknya agak masuk ke dalam. <i>Sama rata sama jauhnya</i>.

</BLOCKQUOTE>

<P>Nah, paragraf ini kembali normal, karena tag <i>blockquote</i> sudah berlalu alias sudah ditutup di atas. Ngerti, kan?

</HTML></BODY>

Beginilah tampilannya dalam browser:

Ini adalah paragraf normal

Ini paragraf yang agak masuk ke dalam.

Ini juga contoh paragraf yang agak masuk ke dalam. Dengan kalimat yang agak panjang, kita lihat bahwa semua baris dalam paragraf ini letaknya agak masuk ke dalam. Sama rata sama jauhnya.

Nah, paragraf ini kembali normal, karena tag blockquote sudah berlalu alias sudah ditutup di atas. Ngerti, kan?

Ketiga, membuat paragraf dalam susunan daftar definisi (definition list). Daftar definisi ialah susunan paragraf yang berselang-seling antara paragraf normal yang merupakan kalimat yang hendak dijelaskan dengan paragraf yang agak masuk ke dalam yang merupakan penjelasan atau definisi dari kalimat di atasnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini contoh daftar definisi:

Daftar Istilah Penting:

Internet

Singkatan dari interconnection network atau hubungan antar jaringan. Internet ialah jaringan komputer global dan merupakan jaringan komputer yang terbesar di dunia karena mampu menghubungkan seluruh komputer yang ada di dunia.

HTTP

Singkatan dari Hypertext Transfer Protocol adalah salah satu protokol bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar server komputer dalam internet. Protokol bahasa yang lain dalam internet misalnya: Telnet, News, Gropher, FTP.

Karena cuma demo, cukup dua definisi sajalah.

Untuk membuat daftar definisi semacam di atas digunakan tiga macam tag yaitu <DL> yang menandai dimulai atau diakhirinya daftar definisi, <DT> yang menandai paragraf normal (yang dijelaskan) dan <DD> yang menandai paragraf yang agak masuk ke dalam (yang menjelaskan paragraf di atasnya).

Untuk contoh di atas beginilah kode sumbernya:

<HTML><BODY>

<p align=”center”><b>Daftar Istilah Penting:</b>

<DL>

<DT><B>Internet</b>

<DD>Singkatan dari <i>interconnection network</i> atau hubungan antar jaringan. Internet ialah jaringan komputer global dan merupakan jaringan komputer yang terbesar di dunia karena mampu menghubungkan seluruh komputer yang ada di dunia.

<DT><b>HTTP</B>

<DD>Singkatan dari <i>Hypertext Transfer Protocol</i> adalah salah satu protokol bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar server komputer dalam internet. Protokol bahasa yang lain dalam internet misalnya: Telnet, News, Gropher, FTP.
</DL>

Karena cuma demo, cukup dua definisi sajalah. Nah, paragraf ini kembali normal.

</HTML></BODY>

Sekarang, cobalah berlatih membuat daftar definisi sendiri!

DAFTAR ITEM (BULLET AND NUMBERING)

Ada dua macam daftar item yaitu daftar item tak berurut (bullet) dan daftar item berurut (numbering).

Contoh daftar item tak berurut (bullet):

  • item pertama
  • item kedua
  • item ketiga

Contoh daftar item berurut (numbering):

  1. item pertama
  2. item kedua
  3. item ketiga

Untuk membuat daftar item tak berurut kita gunakan tag <UL> sedang untuk membuat daftar item berurut digunakan tag <OL>. Adapun setiap item ditandai dengan tag <LI>.

Beginilah kode sumber untuk daftar item tak berurut di atas:

<ul>
<li>item pertama</li>
<li>item kedua</li>
<li>item ketiga</li>
</ul>

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

VARIASI FONT

Tanpa campur tangan kita, dokumen HTML menggunakan font default dari Windows (Sistem Operasi Komputer) atau browser (Internet Explorer), biasanya Times New Roman dengan ukuran 12 point. Kita bisa mengubah jenis, warna dan ukuran font sesuai dengan selera kita menggunakan tag <FONT> diikut dengan atribut-atributnya. Misalnya untuk mengubah jenis font kita gunakan atribut FACE:

<HTML><BODY>

Ini adalah font <FONT FACE=”Arial”>Arial</FONT>, ini adalah font <FONT FACE=”Verdana”>Verdana</FONT>, dan ini adalah font <FONT FACE=”Impact”>Impact</FONT>

</HTML></BODY>

Bila dilihat dalam browser, akan tampak seperti ini:

Ini adalah font Arial, ini adalah font Verdana, dan ini adalah font Impact

Untuk mengubah ukuran font, gunakan atribut SIZE:

<HTML><BODY>

<FONT SIZE=”1″>Font Size 1</FONT>, <FONT SIZE=”2″>Font Size 2</FONT>, <FONT SIZE=”3″>Font Size 3</FONT>, <FONT SIZE=”4″>Font Size 4</FONT>, <FONT SIZE=”5″>Font Size 5</FONT>, <FONT SIZE=”6″>Font Size 6</FONT>, <FONT SIZE=”7″>Font Size 7</FONT>

</HTML></BODY>

Bila dilihat dalam browser, akan tampak seperti ini:

Font Size 1, Font Size 2, Font Size 3, Font Size 4, Font Size 5, Font Size 6, Font Size 7

Sedangkan untuk mengubah warna tulisan, menggunakan atribut COLOR:

<HTML><BODY>

<FONT COLOR=”blue”>Tulisan warna biru</FONT>, <FONT COLOR=”red”>Tulisan warna merah</FONT>, <FONT COLOR=”yellow”>Tulisan warna kuning</FONT>

</HTML></BODY>

Bila dilihat dalam browser, akan tampak seperti ini:

Tulisan warna biru, Tulisan warna merah, Tulisan warna kuning

Dalam satu tag FONT kita bisa menggabungkan lebih dari satu atribut. Perhatikan contoh berikut:

<HTML><BODY>

<FONT FACE=”Arial” SIZE=”2″>Font Arial ukuran 2</FONT>, <FONT FACE=”Verdana” COLOR=”red”>Font Verdana warna merah</FONT>, <FONT FACE=”Impact SIZE=”5″ COLOR=”blue”>Font Impact ukuran 5 warna biru</FONT>

</HTML></BODY>

Bila dilihat dalam browser, akan tampak seperti ini:

Font Arial ukuran 2, Font Verdana warna merah, Font Impact ukuran 5 warna biru

Untuk mengubah font default untuk satu halaman HTML, digunakan tag <BASEFONT> yang ditempatkan diantara tag <HEAD> dan </HEAD>. Contoh:

<HTML>

<HEAD>

<BASEFONT FACE=”arial” SIZE=”10″ COLOR=”blue”>

</HEAD>

<BODY>

Font default untuk semua tulisan pada halaman ini adalah font arial dengan ukuran 10 dan warna biru.

</HTML></BODY>

Cobalah buat dalam sebuah file HTML kemudian lihat hasilnya dalam browser!

SUBSCRIPT DAN SUPERSCRIPT

Subscript adalah tulisan yang agak kecil dan letaknya agak di bawah sedangkan superscript adalah tulisan yang agak kecil dan letaknya agak di atas. Untuk menulis subscript kita gunakan tag <SUB> sedang untuk menulis superscript kita gunakan tag <SUP>. Inilah contohnya:

<HTML><BODY>

Tulisan Normal<SUB>Tulisan Subscript</SUB>

<P>Tulisan Normal<SUP>Tulisan Superscript</SUP>

</HTML></BODY>

Beginilah hasilnya dalam browser:

Tulisan NormalTulisan Subscript

Tulisan NormalTulisan Superscript

Bagusnya, anda berlatih sedikit. Coba buat tulisan berikut:

Rumus kimia Asam Sulfat adalah H2SO4

Luas kolam 150 m2 sedang volume kolam 300 m3

Gampang, kan?

LINK ATAU KAITAN

Sekarang kita akan belajar membuat link yang merupakan ciri khas dari dokumen web. Link adalah sebuah teks atau gambar yang bila di-klik akan membawa anda ke bagian lain dari dokumen web. Sebuah link biasanya ditandai dengan teks warna biru bergaris bawah atau pointer mouse yang berubah menjadi telunjuk tangan. Untuk membuat sebuah teks atau gambar menjadi sebuah link, kita lakukan dengan mengapitnya dengan tag pembuka <A HREF> dan tag penutup </A>. Jadi rumusnya kira-kira sebagai berikut:

<A HREF=”lokasi_tujuan”>link</A>.

Contoh link yang menuju ke situs lain: hidayatullah online. Inilah kode sumbernya:

<A HREF=”http://www.hidayatullah.com”>hidayatullah online</A>

Berdasarkan lokasi tujuannya, link dapat dibedakan atas:

  1. Link yang menuju ke homepage (halaman pertama) dari sebuah situs
  2. Link yang menuju ke halaman yang lain dalam situs yang sama
  3. Link yang menuju ke halaman yang lain dalam situs yang lain
  4. Link yang menuju ke bagian tertentu (bookmark) dalam halaman yang sama.
  5. Link yang menuju ke bagian tertentu (bookmark) dalam halaman yang berbeda
  6. Link yang mengarah ke sebuah file yang dapat ditampilkan dalam browser, misalnya file image (gambar) atau animasi seperti GIF, JPG, BMP dan sebagainya.
  7. Link yang mengarah ke sebuah file tertentu yang tidak bisa ditampilkan atau dijalankan dalam browser misalnya: file program (EXE), file kompresi (ZIP), file audio (seperti MP3, RM), file video, dan lain-lain. Bila link semacam ini diklik, akan muncul kotak dialog yang menanyakan apakah anda akan menyimpan (save) file itu dalam hardisk atau menjalankannya dengan program yang sesuai. Proses pengambilan dan penyimpanan file semacam inilah yang dinamakan download.
  8. Link yang mengarah ke alamat email. Bila link ini diklik akan membuka jendela pengiriman email dari program email yang terinstall pada komputer user (misalnya Microsoft Outlook). Pada kotak tujuan email (To:) sudah tercantum alamat email tujuan.

Untuk setiap jenis link di atas, yang penting untuk diketahui adalah cara penulisan alamat atau lokasi (URL) dari situs atau file yang dituju oleh link itu. Lokasi ini ditulis diantara tanda kutip sesudah atribut href=. Ketentuannya sebagai berikut:

  1. Link yang menuju ke homepage (halaman pertama) dari situs lain, cukup dituliskan alamat URL dari website tersebut, misalnya: href=”http://www.situs.com&#8221;.
  2. Link yang menuju ke halaman lain dalam situs lain, maka harus kita tuliskan alamat URL dan lokasi filenya.
    Misalnya: href=”http://www.situs.com/sini/situ.htm&#8221;.
  3. Link yang menuju ke halaman lain dalam situs yang sama, maka cukup dituliskan lokasi filenya, tanpa menuliskan alamat URL situs itu. Dalam hal ini ada beberapa kemungkinan:
    a) Bila file tersebut berlokasi pada folder yang sama dengan file dari link tersebut maka cukup dituliskan nama filenya, misalnya: href=”freeware1.htm”.
    b) Bila file yang dituju itu berada dalam folder yang lain di bawah folder yang ditempati oleh link tersebut, maka harus dituliskan nama foldernya. Misalnya: href=”javascript/js001.htm”.
    c) Sedangkan bila file yang dituju itu berada dalam folder yang lain di atas folder yang ditempati oleh file dari link tersebut maka dituliskan seperti berikut: href=”../rainbow.gif”.
    d) Bila file tersebut letaknya dua tingkat di atas maka dituliskan dua kali titik dua seperti ini: href=”../../rainbow.gif” dan seterusnya.
  4. Untuk membuat link yang menuju ke bagian tertentu dari sebuah halaman web, sebelumnya kita harus memberi nama pada tempat/lokasi yang akan dituju itu dengan mencantumkan tag <a name=”bagian”></a> pada baris yang akan dituju itu. Setelah itu barulah kita bisa membuat link yang menuju ke bagian tersebut. Dalam hal ini ada dua kemungkinan.
    a) Bila tempat yang dituju itu terdapat dalam halaman yang sama dengan link tersebut maka cukup dituliskan nama lokasi yang dituju itu. Misalnya: href=#bagian.
    b) Bila tempat yang dituju itu terletak pada halaman yang lain maka harus dituliskan nama file dari halaman itu baru nama tempatnya. Misalnya: href=”lain.htm#bagian”.
  5. Link yang mengarah ke sebuah file yang bukan file HTML misalnya file program, audio, image, dan lain-lain cara penulisannya sama saja caranya dengan file HTML seperti pada point 1, 2 dan 3 di atas.
  6. Link yang berisi alamat email dituliskan seperti berikut: href=”mailto:adifitrah@maktoob.com”.

Telah kita ketahui bahwa bila sebuah link diklik maka browser akan menampilkan halaman yang dituju oleh link tersebut. Cara browser memunculkan halaman tujuan ini ada dua macam.

  1. Ditampilkan pada jendela yang sama. Artinya, halaman tempat link itu akan digantikan oleh halaman yang dituju oleh link tersebut. Ini merupakan cara pemunculan default.
  2. Ditampilkan pada jendela yang lain. Artinya, akan muncul jendela baru yang menampilkan halaman yang dituju. Untuk membuat link semacam ini, kita harus menambahkan atribut TARGET=”_blank” dalam tag <A HREF>. Contoh: <a href=”webpage.htm” target=”_blank”>.

Sekian pelajaran tentang link. Agar anda lebih mengerti cara pembuatan macam-macam link tersebut, selanjutnya anda akan berlatih membuat beberapa halaman web dengan sejumlah link di dalamnya.

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

PRAKTEK MEMBUAT HALAMAN WEB

Untuk mempermantap keterampilan anda dalam membuat link sekaligus mengulang semua pelajaran yang telah lalu, kita akan mencoba membuat halaman web. Anggaplah ini adalah proyek pembuatan web anda yang pertama.

Bukalah program Notepad anda. Klik menu File lalu Save. Pada kotak dialog yang muncul masuklah ke folder My Documents lalu folder My Webs. Cara masuknya, klik ganda (klik dua kali dengan cepat) folder yang bersangkutan. Setelah anda berada dalam folder My Webs, buatlah folder baru dengan cara mengklik ikon create new folder yang berada pada ikon ketiga. Maka akan muncul folder New Folder, silakan anda ganti namanya misalnya web1. Setelah itu pada kotak Save As Type, ganti isinya dengan All File. Lalu isi kotak File Name dengan nama yang anda sukai misalnya home.htm. Klik Save.

Pada file dengan nama home.htm ini, buatlah halaman web dengan judul (title) Halaman Pertama. Kemudian isilah halaman tersebut sedemikian rupa sehingga dalam browser tampak seperti ini:

HAL. 1 | HAL. 2 | HAL. 3

Selamat Datang di Proyek Pertama !

Judul di atas merupakan header level kedua yang diletakkan di tengah. Dalam proyek pertama ini saya akan berlatih membuat halaman web yang sangat-sangat sederhana. Halaman web ini akan saya isi dengan beberapa format penulisan halaman web yang telah saya pelajari. Dengan demikian saya bisa memperlancar dan mempermantap keterampilan saya membuat halaman web. Amin…!

Ini Header Level Ketiga

Masih ingat, kan cara membuat paragraf? Suatu paragraf bisa tidak diberi tag penutup. Yang penting anda ingat, bila akan membuat lagi paragraf baru, tulis tag pembuka paragraf. Sedangkan untuk membuat baris, ada tag tersendiri.

Dalam paragraf ini anda akan mengulangi pelajaran membuat baris, seperti di bawah ini:
Klik di sini untuk melihat Daftar Definisi.
Untuk melihat Kesan dan Pesan, klik di sini.

Ini paragraf baru. Perlu anda ketahui bahwa halaman web yang tampak dalam browser merupakan beberapa baris kalimat, bila dibuat dalam kode HTML, bisa saja ditulis dalam satu baris saja. Yang penting untuk setiap baris baru harus diawali dengan tag <BR>. Ngerti maksudnya?

Kembali Keatas | Selanjutnya

Sekarang kita akan membuat halaman web selanjutnya dengan judul Halaman Kedua dengan tampilan dalam browser sebagai berikut:

HAL. 1 | HAL. 2 | HAL. 3

Mengutak-atik Font

Dalam halaman ini, kita menggunakan warna background kuning dengan font Comic Sans ukuran 2 warna biru sebagai font default. Masih ingat, kan cara pengaturannya?

Daftar Definisi

Internet

Singkatan dari interconnection network atau hubungan antar jaringan. Internet ialah jaringan komputer global dan merupakan jaringan komputer yang terbesar di dunia karena mampu menghubungkan seluruh komputer yang ada di dunia.

HTTP

Singkatan dari Hypertext Transfer Protocol adalah salah satu protokol bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar server komputer dalam internet. Protokol bahasa yang lain dalam internet misalnya: Telnet, News, Gropher, FTP.

URL

Singkatan dari Uniform Resource Locator adalah standar pegalamatan sebuah file di Internet yang dirancang khusus untuk digunakan dengan browser WWW seperti Netscape, Internet Explorer, Opera, dan lain-lain.

Bila anda ingin mencari terjemahan kata-kata Inggris ke Indonesia atau Indonesia ke Inggris, pergilah ke situs KamusWeb.

Kembali Keatas | Selanjutnya

Simpanlah halaman di atas dengan nama misalnya: kuning.htm. Kemudian buatlah satu halaman web lagi dengan titel Halaman Ketiga seperti berikut:

HAL. 1 | HAL. 2 | HAL. 3

Inilah Biodataku ….

  1. Nama
  2. Tempat/tanggal lahir
  3. Nama orang tua
    1. Ayah
    2. Ibu
  4. Pendidikan
    1. Sekolah dasar
    2. Sekolah menengah pertama
    3. Sekolah menengah atas
    4. Perguruan tinggi
  1. Pekerjaan
  2. Alamat
    • Rumah
    • Kantor
  1. Hobi

Pesan dan Kesan

Membuat website sebenarnya gampang-gampang susah. Gampang karena kita tinggal mengganti kalimat-kalimat yang diletakkan diantara tag-tag. Kalau mau lebih mudah lagi, ambil saja halaman web yang sudah jadi (pilih yang paling sederhana). Buka source code-nya, kemudian edit lah isinya sesuai keinginan anda. Susahnya bila ingin membuat halaman web yang rumit dan dinamis. Untuk itu kita perlu belajar lebih banyak dan lebih giat lagi ….!

Kembali Keatas

Simpanlah halaman ketiga di atas dengan nama misalnya: biodata.htm. Sekarang kita telah mempunyai tiga buah file HTML yaitu home.htm, kuning.htm dan biodata.htm. Tugas kita selanjutnya adalah memasukkan link-link ke dalam setiap halaman web tersebut.

Dalam setiap halaman, di bagian atasnya terdapat link-link berikut: HAL. 1, HAL. 2 dan HAL. 3. Masing-masing link menuju ke file home.htm, kuning.htm dan biodata.htm.

<P ALIGN=”RIGHT”><A HREF=”home.htm”>HAL. 1</A> | <A HREF=”kuning.htm”>HAL. 2</A> | <A HREF=”biodata.htm”>HAL. 3</A>

Juga dalam setiap halaman, terdapat link Kembali Keatas dan Selanjutnya. Teks Kembali Keatas merupakan link yang membawa kita ke bagian paling atas dari setiap halaman. Untuk itu sebelumnya kita harus memberi nama pada baris tulisan HAL. 1 | HAL. 2 | HAL. 3 yang merupakan baris teratas dari setiap halaman.

<HTML><HEAD><TITLE>Halaman Pertama</TITLE></HEAD>

<A NAME=”atas”></A><P ALIGN=”RIGHT”><A HREF=”home.htm”>HAL. 1</A> | <A HREF=”kuning.htm”>HAL. 2</A> | <A HREF=”biodata.htm”>HAL. 3</A>

Setelah itu barulah kita membuat link Kembali Keatas dengan kode sebagai berikut:

<A HREF=”#atas”>Kembali Keatas</A>

Sedang teks Selanjutnya dijadikan link yang menuju ke file sesudahnya. Yakni dari file home.htm menuju ke kuning.htm dan dari file kuning.htm menuju ke biodata.htm. Contoh dalam file home.htm:

<A HREF=”#atas”>Kembali Keatas</A> | <A HREF=”kuning.htm”>Selanjutnya</A>

Dalam halaman pertama terdapat dua link lagi di bagian tengah yaitu link yang menuju ke Daftar Definisi yang ada di halaman kedua dan link yang menuju ke Kesan dan Pesan yang ada di halaman ketiga. Karena itu kita harus mencantumkan nama terlebih dahulu pada baris Daftar Definisi di halaman kedua (file kuning.htm) dan pada baris Kesan dan Pesan di halaman ketiga (file biodata.htm) seperti contoh berikut:

<A NAME=”defin”></A><H3>Daftar Definisi</H3>

Untuk halaman ketiga:

<A NAME=”kesan”></A><H3>Kesan dan Pesan</H3>

Setelah itu barulah kita bisa memberi link pada kalimat berikut di halaman pertama:

<BR><A HREF=”#defin”>Klik di sini</A>untuk melihat <B>Daftar Definisi</B>.

<BR>Untuk melihat<B>Kesan dan Pesan</B>, <A HREF=”#kesan”>klik di sini</A>.

Di halaman kedua (file kuning.htm) terdapat contoh link yang menuju ke situs yang lain. Buatlah link tersebut bila di-klik akan membuka jendela browser baru untuk menampilkannya. Begini jadinya:

<A HREF=”http://www.kamus.web.id&#8221; TARGET=”_blank”>Kamus Web</A>

Bila anda telah selesai memasukkan seluruh link-link tersebut, bukalah browser anda, kemudian cobalah meng-klik semua link-link yang terdapat dalam ketiga halaman web itu.

Sampai pelajaran ini, anda sebetulnya sudah dapat membuat website sendiri. Kami sangat menyarankan anda mencoba membuat website sederhana dengan bekal pengetahuan yang telah anda pelajari.

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

MENYISIPKAN GAMBAR (IMAGE)

Untuk menyisipkan gambar ke dalam sebuah halaman HTML, mula-mula kita harus menyediakan terlebih dahulu file gambar yang dibutuhkan. File gambar ini biasanya berekstensi GIF, JPG atau BMP. Bila file gambar itu telah tersedia, dan kita mengetahui nama dan letak (lokasi) file gambar itu, barulah kita bisa menyisipkannya ke dalam halaman web kita dengan menggunakan tag <IMG SRC=”file_gambar”>.

Misalnya, kita mempunyai sebuah halaman web seperti ini:

Sisipkanlah gambar di bawah ini:

Mudah, bukan?

Kita ingin menyisipkan sebuah gambar yang file gambarnya bernama email.gif diantara kedua kalimat di atas. Bukalah source kode halaman HTML tersebut sehingga tampak seperti ini:

<P>Sisipkanlah gambar di bawah ini:

<P>Mudah, bukan?

Sisipkan satu tag paragraf lagi diantara kedua paragraf di atas, kemudian tuliskan tag penyisip gambar <IMG SRC=”file_gambar”> sehingga menjadi seperti ini:

<P>Sisipkanlah gambar di bawah ini:

<P><IMG SRC=”email.gif”>

<P>Mudah, bukan?

Simpan (Save) source code tersebut kemudian buka dengan browser maka tampaklah seperti ini:

Sisipkanlah gambar di bawah ini:

 

Mudah, bukan?

Untuk contoh di atas, file email.gif dan file halaman yang disisipi gambar itu harus terletak dalam folder yang sama. Bila terletak dalam folder lain, maka harus dituliskan lokasinya. Misalnya:

<IMG SRC=”images/email.gif”> bila file gambar itu terletak dalam folder bernama images, dimana folder images itu letaknya di bawah (di dalam) folder yang ditempati oleh halaman HTML yang disisipi gambar.

<IMG SRC=”../email.gif”> bila file gambar itu terletak satu tingkat di atas (di luar) folder yang ditempati oleh halaman HTML yang disisipi gambar.

ATRIBUT-ATRIBUT GAMBAR

Setelah kita mengetahui cara menyisipkan gambar, sekarang kita akan mempelajari atribut apa saja yang bisa disertakan dalam tag <IMG SRC> untuk menghasilkan sejumlah efek tertentu. Atribut pertama yang bisa kita tambahkan ke dalam tag gambar adalah BORDER. Sesuai dengan namanya, atribut ini digunakan untuk memberi efek bingkai pada gambar. Bukalah file HTML di atas tadi. Kemudian sisipkanlah atribut border dalam tag gambar sehingga menjadi:

<P>Sisipkanlah gambar di bawah ini:

<P><IMG SRC=”email.gif” BORDER=”3″>

<P>Mudah, bukan?

Anda boleh mengganti angka 3 dengan angka yang lebih kecil atau lebih besar untuk menghasilkan ukuran border yang lebih kecil atau lebih besar pula. Save lalu tampilkan dalam browser, maka hasilnya seperti ini:

Sisipkanlah gambar di bawah ini:

 

Mudah, bukan?

Atribut selanjutnya yang bisa anda sisipkan adalah atribut ALT. Dengan atribut ini kita bisa menyiapkan teks pengganti gambar bila suatu waktu gambar – karena satu dan lain hal – tidak bisa ditampilkan. Misalnya user menggunakan browser versi lama (yang belum bisa menampilkan gambar) atau browser yang dimatikan fungsi penampil gambarnya (untuk mempercepat proses loading). Dengan adanya atribut ALT ini, tampilan gambar dapat digantikan dengan teks yang kita masukkan di dalamnya. Contoh:

<P>Sisipkanlah gambar di bawah ini:

<P><IMG SRC=”email.gif” ALT=”tombol email”>

<P>Mudah, bukan?

Bila suatu ketika, gambar tidak bisa ditampilkan maka akan tampak seperti ini:

Sisipkanlah gambar di bawah ini:

 

Mudah, bukan?

Atribut image berikutnya yang akan kita pelajari adalah atribut ukuran gambar yaitu WIDTH (lebar) dan HEIGHT (tinggi). Tanpa menggunakan atribut ini, browser akan menampilkan gambar sesuai dengan ukuran asli dari file gambar yang bersangkutan. Kita bisa mengatur ukuran tampilan gambar dalam browser lebih kecil ataupun lebih besar dari ukuran aslinya dengan menggunakan atribut WIDTH dan HEIGHT tersebut.

Kita masih mengambil contoh gambar email.gif di atas. Ukuran gambar yang sebenarnya dari file GIF ini adalah 132×37 pixel (ukuran suatu gambar  bisa kita ketahui dengan menggunakan program penampil gambar seperti ACDSee, IrfanView, dsb.). Kita akan mencoba menampilkan gambar itu lebih kecil misalnya menjadi 99×25 pixel dan lebih besar misalnya menjadi 165×47 pixel. Untuk itu, editlah kode HTML-nya sebagai berikut:

<P>Sisipkanlah gambar di bawah ini:

<P><IMG SRC=”email.gif”> <IMG SRC=”email.gif” WIDTH=99 HEIGHT=25> <IMG SRC=”email.gif” WIDTH=165 HEIGHT=47>

<P>Mudah, bukan?

Ingin tahu hasilnya setelah ditampilkan dalam browser?

Sisipkanlah gambar di bawah ini:

 

Mudah, bukan?

Selain menggunakan satuan pixel, kita pun bisa mengatur ukuran tampilan gambar dalam browser dengan satuan persen. Umumnya, satuan persen ini digunakan untuk mengatur lebar (WIDTH) gambar, bukan tinggi gambar. Sebab mengatur tinggi gambar dengan satuan persen akan menghasilkan tampilan yang tidak konsisten karena akan bergantung pada lebar jendela browser serta setting resolusi monitor. Oleh karena itu jika anda mengatur lebar gambar dengan satuan persen, atribut HEIGHT tidak perlu diatur lagi karena ukuran pixelnya secara otomatis diskala dengan ukuran yang benar. Misalnya:

<IMG SRC=”file_gambar” WIDTH=50%>.

Ukuran gambar yang ditampilkan oleh browser akan mengikuti ukuran jendela browser relatif terhadap setting resolusi monitor. Jika monitor diset pada resolusi 800×600 pixel dan jendela browser dibuat maksimum, maka gambar akan ditampilkan dengan pada ukuran sekitar 400×300 pixel, yakni 50% dari ukuran jendela browser, bukan 50% dari ukuran gambar. Penggunaan satuan persen untuk pengaturan ukuran tampilan gambar ini, sering digunakan untuk gambar-gambar besar dan tampilannya ingin kita sesuaikan dengan ukuran jendela browser dan resolusi monitor.

Apakah atribut WIDTH dan HEIGHT ini semata-mata digunakan untuk pengubahan ukuran tampilan gambar? Ternyata tidak. Atribut ini juga berfungsi untuk mempercepat tampilnya halaman web (loading). Karena dengan adanya kedua atribut ini, secara teknis memerintahkan browser untuk menyediakan tempat seukuran itu sebelum gambarnya sendiri selesai di-load. Jadi bila kita ingin menampilkan sebuah gambar sama dengan ukuran aslinya, alangkah baiknya bila atribut WIDTH dan HEIGHT ini tetap dituliskan dengan angka yang sama dengan lebar dan tinggi yang sebenarnya dari gambar tersebut.

MENGGUNAKAN GAMBAR SEBAGAI BACKGROUND

Pada pelajaran-pelajaran yang terdahulu, kita sudah mempelajari cara menggunakan warna sebagai latar belakang halaman web. Sekarang kita akan mempelajari cara menggunakan gambar sebagai latar belakang. Untuk warna, kita menggunakan atribut BGCOLOR=”warna”, sedangkan untuk gambar, kita menggunakan atribut BACKGROUND=”file_gambar”. Kedua atribut ini disisipkan dalam tag BODY. Sangat mudah, bukan? Misalnya kita ingin memanfaatkan gambar email.gif tadi sebagai latarbelakang halaman web maka cukup dengan menyisipkan atribut tersebut ke dalam tag BODY seperti di bawah ini:

<HTML><HEAD><TITLE>Latarbelakang Gambar</TITLE>

<BODY BACKGROUND=”email.gif”>

<H1><FONT COLOR=”yellow”>Maaf, ini hanya contoh, jadi tulisannya tidak serasi dengan latarbelakangnya</FONT></H1>

</BODY></HTML>

Bila dibuka dalam browser akan tampak seperti ini:

Maaf, ini hanya contoh, jadi tulisannya tidak serasi dengan latarbelakangnya

 

Bagaimana cara mendapatkan file-file image untuk dijadikan background? Mudah saja. Misalnya anda tertarik dengan background halaman web ini yang berlatarbelakang garis kotak-kotak abu-abu. Klik kanan pada sebarang tempat yang tampak background kotak-kotak itu maka akan muncul pop-up menu. Salah satu menu di dalamnya pasti bertuliskan Save Background As…. Pilih (klik) menu ini maka muncullah kotak dialog Save Picture. Di situ anda bisa memilih tempat (folder) dimana file image itu ingin anda simpan (misalnya di folder tempat halaman-halaman web anda). Anda pun bisa mengubah nama dari file image itu. Setelah itu klik tombol Save.

MENGGUNAKAN GAMBAR SEBAGAI LINK

Masih ada satu lagi fungsi gambar. Gambar juga dapat digunakan sebagai link. Pada prinsipnya untuk membuat link gambar sama saja dengan membuat link teks. Kita tinggal mengganti teks yang bertindak sebagai link itu dengan tag penyisipan gambar (IMG SRC). Misalnya kita punya link seperti ini: email kami. Kode HTML dari link ini adalah:

<A HREF=”mailto:adifitrah@maktoob.com”>email kami</A>

Untuk membuat link gambar, kita tinggal mengganti tulisan email kami dengan tag penyisip gambar yaitu <IMG SRC=”email.gif”>. Sehingga lengkapnya tertulis:

<A HREF=”mailto:adifitrah@maktoob.com”><IMG SRC=”email.gif”></A>

Inilah gambar yang sudah dijadikan link:

Cobalah klik gambar tersebut untuk mengetesnya!

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

MEMBUAT TABEL

Setiap tabel minimal tersusun dari tiga tag dasar yaitu tag <TABLE> yang menandai sebuah tabel, tag <TR> yang membentuk baris dan tag <TD> yang membentuk kolom. Masing-masing tag tersebut harus memiliki tag penutup.

<TABLE>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
</TR>
</TABLE>

Susunan tag-tag di atas memerintahkan kepada browser untuk menampilkan sebuah tabel yang terdiri dari satu baris dan satu kolom yang diisi dengan tulisan: kolom 1 dari baris 1.

kolom 1 dari baris 1

Mana tabelnya? Sesungguhnya, tabelnya ada, hanya saja tanpa bingkai (border). Ternyata, secara default, tabel menggunakan nilai border = 0 (nol) alias tanpa bingkai. Jadinya yang tampak hanya tulisan semata. Untuk membuat bingkai dari tabel tersebut, kita harus menyertakan atribut BORDER.

<TABLE BORDER=1>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
</TR>
</TABLE>

Sehingga tabelnya tampak sebagai berikut:

kolom 1 dari baris 1

 

Silakan coba sendiri mengganti ukuran bingkai menjadi 2, 3 dan seterusnya lalu bandingkan hasilnya. Sekarang mari kita membagi tabel sebaris tersebut menjadi dua kolom. Artinya kita menambah sepasang tag TD lagi.

<TABLE BORDER=1>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
</TABLE>

Beginilah hasilnya dalam browser:

kolom 1 dari baris 1 kolom 2 dari baris 1

Nah, bila anda ingin menambah sekian baris ke bawah, cukup menyalin ulang dari tag <TR> sampai </TR>. Sorot (blok) dari tag <TR> hingga </TR> lalu Copy (Ctrl+C). Tempatkan kursor di bawah tag </TR> lalu Paste (Ctrl+V). Sekian baris yang ingin anda buat, sekian kali pula anda harus menyalinnya (melakukan perintah Paste). Setelah itu tinggal meng-edit tulisan sesuai keinginan anda. Begini contohnya:

<TABLE BORDER=1>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Tampilannya dalam browser menjadi:

kolom 1 dari baris 1 kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2 kolom 2 dari baris 2

 

Setelah atribut BORDER, atribut selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah atribut CELLSPACING yang mengatur jarak antar sel dan CELLPADDING yang mengatur jarak antara sel dan tulisan di dalamnya. Misalnya:

<TABLE BORDER=1 CELLSPACING=10>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Dengan penambahan atribut CELLSPACING=10 dalam tag TABLE berarti akan dihasilkan sebuah tabel dengan jarak antar sel adalah 10 pixel. Beginilah tampilannya dalam browser:

kolom 1 dari baris 1 kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2 kolom 2 dari baris 2

 

Sekarang mari kita coba bandingkan bila atribut CELLSPACING tersebut diganti dengan CELLPADDING.

<TABLE BORDER=1 CELLPADDING=10>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Beginilah hasilnya dalam browser:

kolom 1 dari baris 1 kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2 kolom 2 dari baris 2

 

Sedangkan kalau kedua tag tersebut dipakai bersama-sama seperti ini:

<TABLE BORDER=1 CELLSPACING=10 CELLPADDING=10>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Akan menghasilkan tabel seperti ini:

kolom 1 dari baris 1 kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2 kolom 2 dari baris 2

 

Ternyata mudah, kan membuat tabel? Bila kita lihat tabel-tabel pada contoh di atas, tampak bahwa secara default, lebar kolom dan tinggi baris mengikuti lebar dan tinggi tulisan di dalamnya. Kita bisa mengatur sendiri lebar dan tinggi tabel, kolom dan barisnya dengan menggunakan atribut WIDTH (lebar) dan HEIGHT (tinggi). Misalnya:

<TABLE BORDER=1 WIDTH=100%>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Bagaimana jadinya tabel dengan lebar 100% ?

kolom 1 dari baris 1 kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2 kolom 2 dari baris 2

 

Kesimpulannya, lebar tabel 100% artinya tabel tersebut akan melebar hingga memenuhi lebar tampilan halaman. Bila lebar setiap kolom tidak ditentukan, maka lebar 100% itu akan terbagi sejumlah kolomnya. Seperti dalam contoh di atas, karena terdiri dari dua kolom maka lebar masing-masing kolom adalah 50%. Nah, bagaimana bila kita ingin membagi lebar kolom tidak sama? Ya, caranya sama saja, yaitu dengan memasukkan atribut WIDTH dalam tag kolom.

<TABLE BORDER=1 WIDTH=100%>
<TR>
<TD WIDTH=25%>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD WIDTH=75%>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH=25%>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD WIDTH=75%>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Bagaimana jadinya?

kolom 1 dari baris 1 kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2 kolom 2 dari baris 2

 

Bagaimana halnya dengan atribut HEIGHT (tinggi)? Atribut ini juga bisa disisipkan dalam tag TABLE dan tag TR (baris). Selain menggunakan persen untuk menentukan ukuran tabel, kita bisa pula menggunakan satuan pixel. Bila angka sesudah WIDTH dan HEIGHT tidak menggunakan persen (%), berarti satuannya adalah pixel. Contoh:

<TABLE BORDER=7>
<TR HEIGHT=40>
<TD WIDTH=150>kolom 1 dari baris 1</TD>
<TD WIDTH=250>kolom 2 dari baris 1</TD>
</TR>
<TR HEIGHT=80>
<TD WIDTH=150>kolom 1 dari baris 2</TD>
<TD WIDTH=250>kolom 2 dari baris 2</TD>
</TR>
</TABLE>

Ukuran border tabel kita ubah menjadi 7. Tinggi baris pertama adalah 40 pixel sedang baris kedua 80 pixel. Adapun lebar kolom pertama adalah 150 pixel sedang kolom kedua 250 pixel. Perhatikanlah bagaimana atribut-atribut di atas, menghasilkan tampilan tabel dalam browser menjadi:

kolom 1 dari baris 1 kolom 2 dari baris 1
kolom 1 dari baris 2 kolom 2 dari baris 2

 

Sekarang kita akan berbicara lagi masalah perataan (alignment) tulisan. Lihat contoh tabel di atas! Tampak bahwa secara default, tabel menempatkan tulisan rata kiri (secara horisontal) dan di tengah (secara vertikal). Namun demikian, kita bisa mengatur sendiri perataan ini dengan menggunakan atribut ALIGN untuk perataan horisontal dan VALIGN untuk perataan vertikal. Perhatikan penggunaannya:

<TABLE BORDER=7>
<TR HEIGHT=40>
<TD WIDTH=150 ALIGN=left VALIGN=top>kiri atas</TD>
<TD WIDTH=250 ALIGN=right VALIGN=middle>kanan tengah</TD>
</TR>
<TR HEIGHT=80>
<TD WIDTH=150 ALIGN=right VALIGN=bottom>kanan bawah</TD>
<TD WIDTH=250 ALIGN=center VALIGN=middle>tengah tengah</TD>
</TR>
</TABLE>

Beginilah hasilnya bila ditampilkan dalam browser:

kiri atas kanan tengah
kanan bawah tengah tengah

 

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

MEMBUAT FRAME

Dengan menggunakan frame, kita bisa menampilkan beberapa halaman HTML sekaligus dalam sebuah jendela browser. Apa artinya? Artinya dengan membuka sebuah halaman HTML saja (yang mengandung frame), browser akan menampilkan beberapa halaman sekaligus yang masing-masing termuat dalam sebuah frame. Apa gunanya? Disamping untuk mempercantik tampilan, fungsi utama frame adalah untuk memudahkan navigasi atau penelusuran isi website. Kok, bisa? Daripada membahas panjang lebar, lebih baik kita langsung saja belajar membuat frame. Perhatikan contoh layout halaman ber-frame berikut ini:

frame I berisi file judul.htm
frame II berisi file menu.htm frame III berisi file isi.htm

Anggaplah gambar di atas adalah tampilan dari sebuah halaman HTML yang terdiri dari tiga frame. Halaman yang ber-frame ini kita namakan gabung.htm. File gabung.htm ini menampilkan tiga halaman HTML sekaligus yaitu file judul.htm, menu.htm dan isi.htm. Jadi untuk membuat tampilan seperti di atas kita harus membuat empat buah file HTML, 3 file berfungsi sebagai halaman yang ditampilkan sedang satu file berfungsi sebagai halaman yang menampilkan. Halaman inilah yang merupakan halaman utama atau halaman yang mengandung frame.

Untuk membuat halaman utama atau halaman yang ber-frame, kita hanya membutuhkan dua buah tag yaitu <FRAMESET> untuk mengatur pembuatan frame, dan <FRAME> untuk menentukan file target bagi setiap frame. Baiklah kita mulai membuat file gabung.htm ini:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Halaman utama</TITLE>
</HEAD>
<FRAMESET>
</FRAMESET>
</HTML>

Di atas anda bisa melihat bahwa empat tag yang pertama hanyalah tag pembukaan HTML yang sudah biasa. Sedangkan tag untuk membuat frame adalah tag <FRAMESET> dengan tag penutupnya. Perhatikanlah bahwa halaman yang berframe tidak membutuhkan tag BODY karena yang menjadi isi dari halaman utama ini adalah isi dari halaman-halaman lain yang menjadi target dari setiap frame.

Perhatikan kembali layout halaman berframe yang digambarkan di atas tadi. Halaman tersebut terdiri dari atas dua baris dimana baris pertama (atas) lebih kecil (anggaplah 20%) daripada baris kedua (80%). Dan baris kedua terbagi atas dua kolom dimana kolom pertama (kiri) lebih kecil (anggaplah 30%) daripada kolom kedua (70%). Bagaimana cara mengaturnya?

Pertama, kita membagi halaman menjadi dua baris, baris pertama tingginya 20% dan baris kedua tingginya 80%. Agar lebih bersih dan jelas, tag <HTML>, <HEAD> dan <TITLE> tidak dicantumkan lagi. Ingat, anda harus tetap menuliskannya di dokumen anda.

<FRAMESET ROWS="20%,80%">
</FRAMESET>

Atribut ROWS dalam tag FRAMESET di atas memerintahkan browser untuk membagi halaman menjadi dua baris, baris pertama tingginya 20% dan baris kedua tingginya 80%. Sekarang kita akan mengisi baris pertama dengan frame kosong terlebih dahulu menggunakan tag <FRAME>.

<FRAMESET ROWS="20%,80%">
<FRAME>
</FRAMESET>

Sekarang kita akan mengisi baris kedua. Sebelumnya kita harus membagi baris kedua ini dalam dua kolom. Untuk itu, kita harus menambahkan lagi sepasang tag <FRAMESET> yang di dalamnya disisipkan atribut pembagi kolom yaitu COLS.

<FRAMESET ROWS="20%,80%">
<FRAME>
<FRAMESET COLS="30%,70%">
</FRAMESET>
</FRAMESET>

Setelah terbagi dalam dua kolom kita harus mengisi setiap kolom tersebut dengan frame. Jadinya seperti ini:

<FRAMESET ROWS="20%,80%">
<FRAME>
<FRAMESET COLS="30%,70%">
<FRAME>
<FRAME>
</FRAMESET>
</FRAMESET>

Kini selesailah sudah pembuatan file gabung.htm yang merupakan halaman web yang terdiri dari tiga buah frame. Tugas kita tinggal mengisi frame-frame yang masih kosong itu dengan file-file yang akan kita tampilkan di dalamnya. Untuk mendefinisikan nama file target pada setiap frame, kita tinggal menambahkan atribut SRC dalam setiap tag <FRAME>. Contoh:

<FRAMESET ROWS="20%,80%">
<FRAME SRC="judul.htm">
<FRAMESET COLS="30%,70%">
<FRAME SRC="menu.htm">
<FRAME SRC="isi.htm">
</FRAMESET>
</FRAMESET>

Tentu saja sebelumnya anda harus sudah membuat ketiga file tersebut dan menempatkan keempat file ini dalam folder yang sama. Bila foldernya tidak sama, gunakanlah cara penulisan alamat file seperti cara penulisan alamat file untuk link (lihat kembali pelajaran tentang link yang lalu).

Misalnya kita mempunyai file judul.htm seperti ini, file menu.htm seperti ini dan file isi.htm seperti ini. Maka bila anda membuka file gabung.htm, akan tampaklah sebuah halaman web yang terdiri dari tiga frame seperti ini. (klik masing-masing kata “seperti ini” untuk melihat tampilannya).

Seperti halnya dalam penentuan ukuran tabel, selain menggunakan satuan persen, kita juga bisa menggunakan satuan pixel. Misalnya atribut COLS=”200,400″ memerintahkan browser untuk membagi halaman menjadi dua kolom dimana kolom pertama lebarnya 200 pixel sedang kolom kedua lebarnya 400 pixel. Bahkan anda pun dapat membagi frame seperti ini COLS=”200,*”. Apa artinya? Artinya anda membagi halaman menjadi dua kolom dimana kolom pertama lebarnya 200 pixel sedang kolom kedua lebarnya adalah sisa dari ukuran layar monitor. Hal ini berguna karena setting layar monitor yang dipakai oleh user bisa berbeda-beda; pada umumnya adalah (lebar x tinggi dalam satuan pixel) 640×480, 800×600 atau 1024×768.

Atribut lainnya yang bisa disisipkan dalam tag <FRAMESET> antara lain: BORDER untuk mengatur ukuran border yang memisahkan antara dua frame dan BORDERCOLOR untuk menentukan warna border. Contoh:

<FRAMESET ROWS="20%,80%" BORDERCOLOR="#FF1493">
<FRAME SRC="judul.htm">
<FRAMESET COLS="30%,70%"  BORDER="10">
<FRAME SRC="menu.htm">
<FRAME SRC="isi.htm">
</FRAMESET>
</FRAMESET>

Bila dilihat dalam browser, tampak seperti ini. Ukuran BORDER=”2″ adalah default sedang ukuran BORDER=”0″ berarti frame tanpa border.

Sedangkan untuk tag <FRAME> biasanya dilengkapi dengan atribut-atribut berikut:

  1. BORDERCOLOR, fungsinya sama dengan BORDERCOLOR pada tag FRAMESET. Dalam hal ini, warna yang didefinisikan oleh tag yang lebih dalam menang atas warna yang didefinisikan oleh tag yang luar.
  2. MARGINHEIGHT untuk menentukan jarak antara batas atas atau batas bawah frame dengan isi frame.
  3. MARGINWIDTH untuk menentukan jarak antara batas kiri atau batas kanan frame dengan isi frame.
  4. NORESIZE, dengan adanya atribut ini maka border dari frame yang bersangkutan tidak bisa digeser. Dengan kata lain, ukuran frame tersebut tidak bisa diubah (diperkecil atau diperbesar).
  5. SCROLLING, mengatur fasilitas scroll (penggulung layar) dari frame.  Nilainya bisa YES, NO atau AUTO. Nilai YES berarti penggulung selalu ada, NO berarti penggulung selalu tidak ada, sedang AUTO berarti penggulung ada bila diperlukan (isi frame melebihi ukuran layar) dan tidak ada bila tidak diperlukan (isi frame dimuat oleh layar). Nilai AUTO merupakan nilai default. Artinya, bila atribut SCROLLING tidak dituliskan, maka penggulung layar otomatis akan muncul bila diperlukan.
  6. NAME, untuk memberi nama terhadap frame yang bersangkutan. Kegunaannya akan dijelaskan kemudian.

Berikut sekelumit contoh penggunaan atribut-atribut di atas:

<FRAMESET ROWS="20%,80%" BORDERCOLOR="#FF1493">
<FRAME SRC="judul.htm" NORESIZE>
<FRAMESET COLS="30%,70%"  BORDER="10">
<FRAME SRC="menu.htm" BORDERCOLOR="#9C661F">
<FRAME SRC="isi.htm"SCROLLING="YES">
</FRAMESET>
</FRAMESET>

Klik di sini untuk melihat tampilannya dalam browser.

Adapun atribut NAME diperlukan dalam kaitannya dengan fungsi navigasi dari halaman ber-frame. Misalnya kita ingin mengatur agar suatu link bila di-klik akan memunculkan halaman targetnya dalam frame tertentu. Maka terlebih dahulu kita harus memberi nama terhadap frame tersebut. Contoh:

<FRAMESET ROWS="20%,80%" BORDERCOLOR="#FF1493">
<FRAME SRC="judul.htm" NORESIZE>
<FRAMESET COLS="30%,70%"  BORDER="10">
<FRAME SRC="menu.htm" BORDERCOLOR="#9C661F">
<FRAME SRC="isi.htm"SCROLLING="YES" NAME="utama">
</FRAMESET>
</FRAMESET>

Dalam contoh di atas, frame ketiga (frame pada kolom kedua dari baris kedua halaman) kita berinama “utama”. Dengan adanya nama tersebut, kita bisa mengatur agar link yang terdapat pada halaman di frame lainnya bila di-klik akan memunculkan halaman targetnya pada frame “utama” tersebut. Bingung? Misalnya, pada halaman menu.htm terdapat link dengan kode HTML seperti berikut:

<A HREF=”bab2.htm”>BAB II</A>

Bila kata BAB II di-klik maka akan membuka file bab2.htm. Tapi halaman bab2.htm tersebut akan mengisi seluruh jendela browser. Artinya halaman yang berframe akan hilang. Agar file bab2.htm itu muncul pada frame “utama” saja, kita harus memberi atribut TARGET seperti ini:

<A HREF=”bab2.htm” TARGET=”utama”>BAB II</A>

Masih ingat, kan tentang atribut TARGET pada pelajaran tentang LINK? Seandainya semua link yang terdapat dalam file menu.htm akan kita arahkan pada frame “utama” maka kita bisa menyisipkan tag <BASE TARGET=”utama”> diantara tag <HEAD> dan </HEAD>. Dengan demikian, kita tidak perlu lagi menuliskan dalam setiap link atribut TARGET tersebut satu-persatu.  Karena dengan adanya tag BASE TARGET itu, secara otomatis, semua link yang ada dalam halaman tersebut akan diarahkan ke frame yang dicantumkan dalam BASET TARGET. Kecuali link yang mempunyai TARGET tersendiri.

Berikut beberapa cara pengarahan link dengan atribut TARGET:

  • _blank : halaman yang dipanggil akan muncul pada jendela baru (ini sudah kita pelajari)
  • _top : halaman yang dipanggil akan mengisi penuh jendela yang sama, meskipun tadinya ada frame.
  • _self : halaman yang dipanggil akan mengisi tempat yang sama, bila link tersebut dalam sebuah frame maka halaman yang dipanggil akan mengisi frame tersebut.
  • _parent : halaman yang dipanggil akan akan mengisi FRAMESET, satu tingkat lebih tinggi dari FRAME tempat link yang bersangkutan.

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

MEMASANG WEBSITE DI INTERNET

Bila anda telah membuat halaman-halaman web yang tersimpan sebagai file-file HTML dalam hardisk komputer anda, berarti anda telah mempunyai website sendiri secara offline. Website ini hanya bisa dilihat oleh orang yang mengakses komputer anda. Bagaimana caranya agar website itu bisa diakses oleh “semua orang” di seluruh dunia secara online? Inilah yang akan kita pelajari di sini. Membuat halaman HTML adalah proyek tahap pertama, sedang memasang halaman web di internet adalah proyek tahap kedua dan senantiasa memperbaharui isi website kita adalah proyek tahap ketiga. Ketiga tahapan ini harus dilalui dan dikerjakan oleh setiap webmaster yang ingin menghasilkan website yang berkualitas.

Agar website anda dapat diakses lewat internet, anda harus menyimpannya dalam web server yaitu komputer yang terhubung ke internet secara terus-menerus selama 24 jam sehari, 7 hari sepekan. Untuk dapat menyimpan file-file anda ke dalam web server, anda harus mendaftar (memiliki account) terlebih dahulu kepada penyedia layanan web hosting (jasa penyimpanan web). Bagi para pemula, jasa web server gratis (free web hosting) adalah pilihan yang paling tepat untuk menyimpan website di internet. Di internet, anda bisa menemukan banyak web server gratis yang menyediakan space (ruang dalam hardisk mereka) untuk account anda.

MENDAFTAR DI WEB HOSTING GRATIS

Dalam kesempatan ini, kita mengambil contoh salah satu web hosting gratis yang kami gunakan untuk menyimpan halaman web yang sedang anda baca ini, yaitu Freewebs. Sepanjang yang kami temui, Freewebs menyediakan layanan web hosting yang cukup baik dan bersahabat. Disamping gratis dan bebas iklan (dua hal ini yang terpenting), Freewebs juga menyediakan beberapa fasilitas lain seperti hit counter (penghitung pengunjung) dan guest book (buku tamu) yang lumayan baik buat webmaster pemula. Freewebs menyediakan space (ruang) gratis untuk website anda hingga 40 megabyte, sudah “terlalu banyak” untuk website gratis apalagi bagi webmaster pemula.

Pertama-tama kita akan belajar bagaimana cara mendaftar atau membuat account baru di Freewebs. Dengan mengikuti petunjuk di bawah ini, diharap kita sudah bisa menerapkannya untuk mendaftar ke web hosting gratis yang lain bila suatu waktu anda berminat. Buka situs Freewebs dengan alamat http://www.freewebs.com. Kalau belum berubah, tampilannya seperti di bawah ini.

 

Klik tombol elips yang bertuliskan SIGN ME UP! maka akan tampil halaman berikut yang bisa dianggap sebagai formulir pendaftaran untuk membuka “New Accounts” (keanggotaan baru). Isilah kotak-kotak sesuai yang diminta.

 

Kotak pertama adalah “Account Name (One Word)“. Di kotak ini anda diminta mengisi satu kata yang akan menjadi nama keanggotaan anda. Account ini sekaligus menjadi alamat website (URL) resmi anda yang terdaftar di Freewebs. Oleh karena itu sedapat mungkin anda menggunakan nama yang ada hubungannya dengan tema atau materi website anda. Namun usahakan mencari nama yang tidak terlalu umum dipakai. Bila nanti ternyata anda diminta untuk mengisi ulang formulir ini kemungkinan karena Account Name yang anda isi sudah terpakai oleh orang lain.

Kotak kedua adalah “Password“. Di sini anda harus memasukkan password anda (minimal 4 karakter, boleh huruf atau angka). Kemudian di kotak selanjutnya (Retype Password) anda harus mengetikkan kembali password anda yang sama persis dengan yang di atas (tapi jangan di-copy). Sedang di kotak ketiga (Email Address) anda harus menuliskan alamat email anda.

Kotak terakhir menanyakan dari mana anda mengetahui tentang Freewebs. Pilihlah salah satu dari item yang disediakan. Item-item tersebut akan tampak bila anda meng-klik kotak kecil di tepi kanan yang bertanda anak panah (segitiga).

Gulunglah layar ke bawah maka akan tampak lanjutannya. Anda harus memberi tanda centang ( V ) di dalam kotak yang di sampingnya bertuliskan: “I have read….” dan seterusnya. Akhirnya, klik tombol bertuliskan Next Step di bawahnya.

Selanjutnya anda dibawa ke halaman yang bertuliskan ANTI-ABUSE AGREEMENT dengan beberapa kalimat di bawahnya. Kemudian ada dua buah tombol berwarna. Pilihlah tombol bertuliskan “I Agree” sebagai tanda persetujuan anda terhadap isi perjanjian kontrak gratis anda dengan Freewebs.  Halaman selanjutnya tampak seperti di bawah ini.

 

Halaman ini meminta anda memilih salah satu diantara dua metode pembuatan website. Cara pertama adalah Beginner User yang disediakan untuk orang yang tidak menguasai bahasa HTML dan belum menyediakan file-file HTML buatan sendiri. Dalam paket ini, Freewebs akan menyediakan banyak pilihan template halaman web. User tinggal memilih template yang diinginkan kemudian memasukkan data-data yang ingin ditampilkan dalam halaman web itu. Sedangkan bagi anda yang sudah mempunyai file-file HTML buatan anda sendiri, hendaknya memilih Advanced User. Klik (hitamkan) bulatan di depannya maka akan muncul daftar isian selanjutnya di bagian bawah halaman itu juga seperti ini:

 

Di kotak Public E-mail Address bisa anda masukkan alamat email anda yang sama dengan alamat email terdahulu atau boleh juga alamat email yang lain dan boleh pula anda kosongkan. Alamat email ini akan digunakan nantinya untuk kebutuhan pengiriman data-data bila situs anda menggunakan Form Submission. Sedangkan di kotak Site Category? anda harus memilih salah satu kategori yang sesuai dengan sifat atau tema dari situs yang anda buat. Isian selanjutnya adalah bahasa utama yang dipakai oleh situs anda. Bila anda menggunakan Bahasa Indonesia tentunya anda harus memberi tanda bulatan Other. Setelah semua selesai terisi klik tombol Next Step yang terdapat di bawahnya. Bila semua cara pengisian anda betul, selesailah sudah dan anda dibawa pada halaman “selamat datang”.

Sampai di sini proses pendaftaran anda sudah selesai. Anda boleh langsung mengirimkan atau men-transfer (upload) file-file HTML anda atau keluar dari ruang account anda dengan mengklik Log Out pada baris paling bawah yang terdapat di menu sebelah kiri.

Sekarang anda telah mempunyai Account di Freewebs. Artinya anda telah memiliki sebuah ruang atau tempat di server Freewebs sebesar 40 megabytes untuk ditempati oleh website anda. Ruang inilah yang akan anda isi dengan file-file HTML yang telah anda buat. Proses memindahkan file-file HTML dari hardisk anda ke hardisk host server itulah yang dinamakan upload (pengiriman) file. Bagaimana caranya? Baiklah kita mulai dari awal.

Bukalah website Freewebs (www.freewebs.com) pada browser anda. Tampilannya seperti gambar pertama di atas. Pada sisi kanan atas tampilan website ini tampak dua kotak isian yaitu Login dan Password. Pada kotak Login tuliskan nama account (Account Name) anda yang anda buat ketika mendaftar dahulu. Pada kotak Password ketikkan password yang juga pernah anda ketikkan ketika mendaftar. Setelah itu klik tombol Login. Maka akan tampaklah tampilan seperti ini:

 

Di situ tercantum alamat (URL) website anda seperti http://www.freewebs.com/account_name_anda. Alamat website gratisan seperti ini memang cukup panjang namun tidak usah khawatir; temukancara memendekkan alamat website anda di sini. Kemudian di sebelah kiri terdapat kotak Member Tools dengan beberapa baris menu di dalamnya. Menu-menu inilah yang harus anda pelajari satu-persatu agar anda dapat menggunakan dan mengatur website anda dengan sebaik-baiknya. Adapun untuk melakukan upload file, klik link (menu) Site Manager (kira-kira pada baris kelima). Maka anda akan dibawa ke halaman Site Manager yang seperti ini:

 

Di situ terlihat bahwa di bawah kolom Filename sudah terdapat sebuah file yang bernama index.htm. Hal ini menandakan bahwa file yang akan menjadi halaman pertama (homepage) yang dimunculkan bila alamat website anda dibuka harus bernama index.htm. Jadi bila anda sudah telanjur membuat file homepage (file HTML yang menjadi halaman pertama sebuah website) dengan nama lain maka harus anda ganti dengan nama index.htm. Tentunya harus anda ingat bahwa penulisan kode HTML dari setiap link yang mengarah ke halaman homepage ini juga harus anda sesuaikan.

Ada beberapa pilihan dalam membangun website anda yang disediakan dalam Site Manager ini. Namun yang akan kita pelajari di sini adalah Upload file dari hardisk anda ke server Freewebs. Klik link Upload a File yang berada pada deretan terakhir (paling kanan) dari kepala tabel Site Manager. Setelah anda klik, akan muncul jendela pop-up baru berukuran kecil seperti ini:

 

Klik tombol Browse maka muncul kotak dialog tempat anda mencari letak file-file HTML yang anda simpan. Bukalah folder tempat anda menyimpan file-file HTML anda. Kemudian pilihlah satu file yang hendak anda upload. Maka akan tampak pada jendela Upload tadi alamat file anda dalam hardisk. Bila sudah betul, klik tombol Submit maka mulailah berlangsung proses upload. Satu file telah selesai di-upload bila jendela Upload lenyap dan halaman Site Manager tampak kembali dengan menampilkan nama file yang tadi anda upload sudah tercantum di bawah kolom Filename. Lanjutkanlah lagi proses upload untuk file-file lainnya dengan cara yang sama dengan tadi. Begitu seterusnya hingga semua file-file anda telah berhasil di-upload.

Bila proses upload selesai, cobalah melihat hasilnya dengan meng-klik tombol Preview My Site yang terdapat di sebelah kanan pada kepala (logo nama) situs Freewebs. Bila semuanya benar, maka akan terbukalah sebuah jendela baru browser yang menampilkan homepage atau halaman pertama dari situs yang anda buat. Bila tidak, maka kemungkinan besar kesalahan terletak pada pemberian nama file homepage tadi. Ingat namanya harus index.htm bukan index.html, apalagi yang lainnya.

Bila anda anggap selesai, anda boleh keluar dari login anda dengan mengklik menu log-out pada baris paling bawah dari menu Member Tools. Selamat, kini anda telah mempunyai website sendiri. Seterusnya, jangan bosan mencoba setiap menu dari Member Tools untuk mendapatkan pengetahuan baru tentang cara mengelola website anda. Demikian pula anda harus rajin mengunjungi situs-situs yang menyajikan pelajaran tentang pembuatan website. Dan jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kepada webmaster yang lebih berpengalaman.

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

Teknik Menyingkat Alamat Website

Bila anda mendaftar atau menyimpan website anda di webhost gratis (free webhosting), biasanya anda akan mendapatkan alamat website (URL) yang rada-rada panjang. Misalnya, bila kita mendaftar di Freewebs maka kita akan mendapatkan alamat seperti berikut: http://www.freewebs.com/situsku. Disamping panjang, yang tentunya agak sulit diingat, juga terkesan kurang profesional (walaupun kenyataannya memang belum profesional). Yang jelas, alamat website yang singkat memang memudahkan untuk diingat oleh orang lain disamping lebih mewakili situs itu sendiri, tanpa embel-embel situs tumpangannya. Nah, sekarang bagaimana cara kita menyingkat alamat website bagi kita-kita yang masih “setia” menggunakan webhosting gratis?

Untunglah di internet, berbagai macam fasilitas bisa didapatkan. Diantaranya situs yang menyediakan fasilitas untuk menyingkat alamat website. Fasilitas semacam ini disebut URL Redirection atau pengarah URL. Sejumlah website menyediakan fasilitas ini. Dinamakan URL Redirection karena dengan menggunakan alamat yang singkat yang kita dapatkan dari website tersebut, ia akan membawa kita (atau tepatnya browser kita) ke alamat website kita yang sebenarnya. Misalnya kita mempunyai alamat website aslinya adalah http://www.freewebs.com/buatsite. Dengan menggunakan URL redirection kita bisa menggunakan nama lain yang lebih singkat misalnya http://buatsite.cjb.net. Bila orang mengetikkan alamat yang singkat itu akan membawa kita ke alamat website kita yang sesungguhnya. Canggih, kan? Tidak juga…

Disamping fungsinya sebagai penyingkat alamat website, ada lagi kegunaan lain dari URL Redirection ini. Misalnya jika suatu waktu anda berpindah web hosting (tempat penyimpanan website) karena satu dan lain hal, anda tidak perlu panik. Kenapa? Karena alamat yang anda pakai dan perkenalkan kepada para netter selama ini adalah alamat dari URL Redirection itu. Sehingga anda cukup mengganti arah yang dituju oleh alamat singkat tersebut ke alamat (URL) website di web hosting anda yang baru. Bisa dipahami? Kalau belum, marilah kita langsung praktek bagaimana cara mendapatkan alamat yang singkat itu.

Di internet cukup banyak situs yang menyediakan layanan URL Redirection ini. Kalau tidak percaya coba ketikkan kata kunci “URL Redirection” dalam sebuah search engine dan lihatlah hasil pencariannya. Salah satu website penyedia URL Redirection yang cukup klasik dan terkenal adalah yang beralamat di http://www.cjb.net. Sesuai dengan namanya website ini menyediakan alamat dengan akhiran cjb.net seperti http://situsku.cjb.net. Situs ini kita ambil sebagai contoh, disamping sudah terkenal, juga memiliki prosedur pendaftaran yang relatif singkat dan mudah. Paling tidak dengan memahami cara registrasi di CJB.NET ini kita sudah memiliki pemahaman tentang apa dan bagaimana cara menyingkat URL dengan URL Redirection.

Buka browser anda dan pergilah ke alamat http://www.cjb.net. Dalam halaman pertama ini terdapat tampilan seperti ini:

 

Ketikkan nama yang anda pilih untuk menjadi alamat website anda pada kotak yang diantarai dengan tulisan www dan cjb.net. Setelah itu tekan tombol Register it!. Bila nama pilihan anda itu belum pernah terpakai, maka anda akan dibawa ke halaman formulir registrasi. Sedangkan bila nama itu sudah dipakai, anda akan diminta lagi memasukkan nama yang lain. Di formulir registrasi, anda harus mengisi sejumlah kotak isian sebagai berikut:

 

Di kotak paling atas sudah tercantum nama yang anda pilih. Sedangkan kotak selanjutnya adalah: What is your web site address? (tulis alamat website anda yang sebenarnya) dan What is your e-mail address? (tulis alamat email yang anda punyai). Gulung lagi layar ke bawah maka akan tampak kotak-kotak isian selanjutnya sebagai berikut:

Kotak-kotak berikutnya (Forward Mail, POP3/Web Mail, Cloak URL, dan Forward Subdomains) merupakan fitur-fitur tambahan yang diberikan oleh CJB.NET untuk anda. Anda bisa memilih antara menggunakan fitur tersebut (Yes) atau tidak (No).

Dengan fasilitas Forward Mail, anda bisa membuat sekian banyak nama-nama email yang diakhiri dengan @situs_anda.cjb.net dimana seluruh nama-nama email itu mengarah ke alamat email anda yang sesungguhnya. Misalnya: alamat situs saya adalah: http://buatsite.cjb.net dan alamat email saya adalah adifitrah@maktoob.com. Dengan fitur Forward Mail nantinya saya bisa membuat nama-nama email seperti webmaster@buatsite.cjb.net, info@buatsite.cjb.net, tanya@buatsite.cjb.net, yusuf@buatsite.cjb.net dan seterusnya. Dimana semua nama-nama email tersebut mengarah ke adifitrah@maktoob.com. Artinya semua email yang ditujukan/dikirimkan ke salah satu dari nama-nama itu akan terkirim atau sampai di adifitrah@maktoob.com.

Adapun POP3 atau Web Mail adalah fasilitas account email biasa seperti yang anda buat di situs penyedia layanan email gratis misalnya Yahoo!, Hotmail, Popmail, dan lain-lain. Jadi anda pun bisa memiliki account email di CJB.NET.

Sedangkan Cloak URL adalah fitur yang berguna untuk memanipulasi penulisan alamat website anda pada browser, yakni pada address bar (kotak alamat website) agar tetap menampilkan alamat CJB.NET, bukan alamat web page anda yang sesungguhnya. Demikian pula fitur Forward Subdomains bisa memanipulasi penulisan alamat website anda agar penulisan alamat web page anda sampai ke subdirektori bisa diganti dengan penulisan subdomain di CJB.NET.

Misalnya: http://www.freewebs.com/buatsite/promosi bisa diwakili dengan http://promosi.buatsite.cjb.net.

Kotak Title diisi dengan nama nama (judul) website anda. Ingat ini bukan alamat URL. Misalnya saya mempunyai website koran Republika memiliki website dengan nama Republika Online dengan alamat http://www.republika.co.id. Situs yang sedang anda baca ini mempunyai alamat (URL) http://buatsite.co.nr atau http://buatsite.cjb.net dan mempunyai nama (title) Panduan Membangun Website. Nama inilah yang biasanya dipopulerkan di direktori atau portal sebagai judul dari sebuah website.

Kotak Keywords diisi dengan kata-kata kunci yakni kata-kata yang merupakan tema-tema atau materi-materi utama yang dibahas dalam sebuah website, biasanya kata-kata ini paling sering diulang-ulang. Misalnya website ini mempunyai keywords sebagai berikut: panduan, belajar, membangun, membuat, HTML, website, homepage, situs, halaman, web, sendiri, pribadi, pemula. Masukkanlah kata-kata kunci untuk website anda dengan tanda koma antara satu kata dengan kata lain. Ingat, jangan ada kata yang berulang. Misalnya anda mempunyai website berjudul Metode Penulisan Skripsi. Anda bisa memasukkan kata-kata kunci seperti berikut: metode, panduan, pedoman, petunjuk, teknik, penulisan, menulis, penyusunan, menyusun, pembuatan, membuat, karya tulis, karya ilmiah, skripsi, tesis. Penulisan keywords ini penting karena nantinya akan dimanfaatkan oleh search engine (seperti Google) untuk mencari halaman-halaman web yang relevan dengan yang dicari oleh seorang netter.

Sedangkan kotak Description merupakan uraian ringkas tentang apa isi website anda. Misalnya website ini mempunyai deskripsi sebagai berikut: Panduan membangun website untuk pemula; mulai dari belajar HTML, cara mendaftar di webhosting gratis, trik memendekkan alamat URL, cara upload file, dan cara promosi website. Pokoknya mulai dari tidak tahu sama sekali sampai memiliki website pribadi yang ramai dikunjungi! Jadi Description ini semacam kata-kata perkenalan kepada para netter tentang apa isi website anda.

Guestbook dan Forum adalah dua buah fasilitas tambahan yang diberikan oleh CJB.NET. Guestbook atau Buku Tamu adalah halaman web yang disediakan bagi para pengunjung situs anda nantinya agar mereka dapat mengisi nama, alamat email dan komentar mereka. Daftar isian para pengunjung (tamu) ini selanjutnya akan ditampilkan dalam halaman web itu pula. Forum hampir sama fungsinya dengan buku tamu karena di situ para netter leluasa untuk menuliskan apa yang mereka ingin sampaikan dalam forum tertulis tersebut. Anda boleh memilih antara menggunakan fasilitas tersebut (Yes) atau tidak (No). Sampai di sini selesailah tugas pengisian formulir. Gulung lagi halaman formulir isian kita maka akan tampak tulisan sebagai berikut:

Klik tombol panjang bertuliskan I agree…. dan seterusnya. Bila cara pengisian anda benar dan semuanya beres, selesailah sudah proses registrasi dan tampaklah halaman “ucapan selamat”.

Sejak itu, anda telah mempunyai alamat URL baru yang lebih singkat. Dan anda juga akan dikirimi email pemberitahuan ke alamat email yang tadi anda masukkan ketika registrasi tentang “peresmian” alamat baru anda ini. Selamat memperkenalkan alamat website anda ke seluruh dunia! Untuk itu ikuti panduan selanjutnya.

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

Tulisan ini berasal dari website www.promosi-web.com

MEMANFAATKAN SEARCH ENGINE UNTUK PROMOSI WEBSITE SECARA ONLINE

Promosi website manjadi begitu penting, karena mendatangkan pengunjung sama susahnya (bahkan lebih susah) daripada membuat website itu sendiri. Jika Anda baru saja berhasil membangun sebuah website, itu hanya merupakan langkah awal dari proses web development. Karena indikator utama sukses atau tidaknya sebuah website dilihat dari banyaknya jumlah pengunjung potensial yang datang. Dalam hal ini, meskipun Anda memiliki website dengan desain yang mewah dan teknologi scripting yang canggih, belumlah bisa dikatakan sukses jika memiliki jumlah visitor yang kecil.

Banyak pengusaha-pengusaha yang merasa kecewa karena telah menghabiskan banyak biaya untuk membuat website perusahaan, tetapi tidak mendatangkan hasil seperti yang diharapkan. Penjualan produk dan jasa perusahaan tidak bisa meningkat seperti yang diharapkan. Semua ini terjadi karena mereka kurang memperhatikan sisi promosi website, yang sebenarnya merupakan bagian termahal dari proses web development. Dalam hal ini banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mempromosikan website. Namun tutorial ini akan memfokuskan pembahasan khusus pada pemanfaatan search engine dan direktori dengan berbagai kelebihannya.

Search Engine vs Directory

Sebelum melangkah lebih lanjut ada baiknya kalau Anda mengetahui apa itu search engine, bagaimana mereka bekerja, dan apa perbedaan antara search engine dan directory. Kenali dulu musuh yang akan Anda hadapi di medan perang, jika ingin selamat tentunya :)

Search engine merupakan sebuah sistem database yang dirancang untuk meng-index alamat-alamat internet (URL, FTP, usenet, dll). Untuk melaksanakan tugasnya ini, search engine memiliki program khusus yang biasanya disebut spider, bot, atau crawler. Pada saat Anda mendaftarkan sebuah alamat web (URL), spider dari search engine akan menerima dan menganalisa URL tersebut. Dengan proses dan prosedur yang serba otomatis, spider ini akan memutuskan apakah web yang anda daftarkan layak diterima atau tidak. Jika layak, spider akan menambahkan alamat URL tersebut ke sistem database mereka. Rangking-pun segera ditetapkan dengan algoritma dan caranya masing-masing. Jika tidak layak, terpaksa Anda harus bersabar dan mengulangi pendaftaran dengan periode tertentu. Jadi semua yang namanya search engine, pasti memiliki program yang disebut Spider. Dan program inilah yang sebenarnya menentukan apakah web site Anda bisa diterima atau tidak. Contoh beberapa search engine terkenal adalah : Altavista, Google, Lycos, Northern Light, Hotbot, dan masih bayak lagi.

Berbeda dengan directory yang meng-index halaman web secara manual. Manual yang dimaksud adalah mereka menggunakan orang biasa untuk menganalisa setiap halaman web yang masuk. Tidak menggunakan spider atau crawler seperti halnya search engine. Keunggulan directory dibanding search engine adalah memberikan hasil pencarian yang lebih relevan dengan kualitas yang relatif lebih baik. Tapi karena semua proses dilakukan secara manual menggunakan editor manusia, jumlah database yang dimiliki biasanya jauh lebih kecil dibandingkan dengan search engine. Itulah sebabnya sekarang ini banyak perusahaan yang mengelola directory menerapkan sistem ganda, yaitu menggunakan directory + search engine. Contoh nyata adalah Yahoo yang menggandeng Google sebagai search engine default-nya. Contoh beberapa directory terkenal selain Yahoo adalah Open Directory Project, Looksmart, dan NBCi.

Ok, sekarang Anda sudah mengenal sekilas perbedaan antara search engine dan direktori. Tutorial bagian selanjutnya akan menjelaskan bagaimana mengoptimalkan halaman web Anda (dari segi HTML), sebelum didaftarkan ke search engine. Akan sangat baik kalau Anda sebelumnya sudah mengerti atau pernah belajar bahasa HTML, karena yang akan dibahas pada tutorial ini banyak berhubungan dengan teknis penulisan HTML. Bagi yang sama sekali belum pernah mempelajari HTML, saya sarankan untuk membaca tutorialnya terlebih dahulu. Tidak perlu secara detail, cukup dasar-dasarnya saja. Tutorial HTML yang lumayan lengkap dapat Anda temukan di HTMLCodeTutorial.com atau di Davesite.com.

Search Engine Rangking

Memiliki halaman web yang enak dipandang mata, belum tentu memberikan hasil yang baik pada search engine. Bagian pertama dari tutorial ini menjelaskan bagaimana cara mengoptimalkan halaman web dengan tag-tag HTML khusus, dan hal-hal apa saja yang mempengaruhi rangking pada Search Engine.

Setiap search engine memiliki cara dan algoritma masing-masing untuk menentukan rangking sebuah website. Tetapi beberapa poin dibawah ini sudah umum dipakai tolak ukur oleh sebagian besar search engine, dan pastikan kalau web site Anda memakainya.

  1. Keyword pada domain name, jika Anda memiliki website yang berisi koleksi lagu-lagu mp3 misalnya, akan sangat baik kalau Anda menggunakan domain http://www.mp3.com. Ini adalah cara kuno, tetapi sampai saat ini masih tetap dipakai oleh search engine.
  2. Keyword pada nama file, misalnya Anda memiliki halaman web yang berisi informasi mengenai hotel di bali, sebaiknya disimpan dengan nama bali-hotels.html, ini juga akan mempengaruhi rangking.
  3. Keyword pada page title, tag <title> pada halaman HTML sangat penting untuk dioptimalkan. Usahakan agar title yang digunakan mengandung keyword yang relevan dengan isi halaman web.
  4. Keyword pada headline, bagi Anda yang sudah menguasai HTML tentu mengenal tag <H1>,<H2>, dst. Tag headline sangat baik dipakai untuk judul sebuah paragraf, misalnya : <H1>Hotels in Bali</H1>. Headline sangat diperhitungkan oleh Search Engine.
  5. Gunakan keyword yang relevan pada meta tag, janganlah menggunakan keyword yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi halaman web Anda. Hal ini bisa dideteksi oleh search engine dan akan dianggap spamming.
  6. Keyword pada page content, keyword yang diharapkan harus terdapat pada isi halaman web. Gunakan juga frase atau kata-kata lain yang berhubungan dengan keyword utama.
    Meta tags, adalah tag-tag HTML khusus yang digunakan untuk menggambarkan keseluruhan dari isi web Anda. Meta tag akan kita bahas secara khusus di bagian berikutnya.
  7. Link Popularity, adalah jumlah halaman web lain yang memasang link ke web site Anda. Beberapa search engine utama sangat memperhatikan hal ini. Semakin besar link popularity suatu web site, rangkingnya akan semakin tinggi.

Itulah beberapa poin umum yang nantinya akan dibahas lebih mendalam. Jika web site Anda sudah dioptimalkan sesuai dengan 8 poin tersebut, dijamin akan mendapat rangking yang baik pada search engine.

Penggunaan Meta Tag

Ada banyak meta tag sesuai dengan standar HTML 4.0 dari World Wide Web Consortion, tapi sebenarnya yang betul-betul dipakai oleh search engine hanya 3, description, keyword, dan robots.

Meta Tag Description

Meta tag description digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai isi dari halaman web Anda. Ukurannya disarankan tidak lebih dari 200 karakter. Dan usahakan agar description ini bisa menjadi kalimat-kalimat yang letaknya di awal halaman web page yang bersangkutan. Contoh penulisan meta tag description adalah sebagai berikut :

<meta name=”description” content=”Promosi-web.com is a search engine tutorial that explain how to get top rangking in all major search engine and get high traffic for your web site. Available in Bahasa Indonesia.”>

Beberapa search engine seperti Nothern Light dan Google tidak memakai meta tags sebagai deskripsi hasil pencariannya. Yang mereka gunakan adalah kalimat-kalimat awal yang ada pada halaman tersebut. Itulah sebabnya kenapa saya sarankan agar Anda menggunakan isi dari meta tag description sebagai kalimat pembuka. Dan jika bagian paling awal dari web Anda berupa sebuah menu, maka deskripsi yang ditampilkan pada hasil pencarian Northern Light adalah seperti ini :

Home | Products and Service | Contact Us | About Us …welcome to our online store, the best place on the web to…

Meta Tag Keyword

Meta tag keyword sangat penting keberadaannya, karena menentukan kata kunci apa yang bisa menemukan halaman web tersebut pada search engine. Sintak dasar dari meta tag keyword adalah sebagai berikut :

<meta name=”keywords” content=”keyword1 keyword2 keyword3 …”>

atau ada juga yang menulis dengan pemisah tanda koma :

<meta name=”keywords” content=”keyword1, keyword2, keyword3, …>

Keduanya berfungsi sama dan tidak ada pengaruhnya pada search engine. Tujuan pemakaian tanda koma agar keyword-keyword tersebut lebih mudah dibaca. Yang perlu diperhatikan disini adalah jangan mengulang sebuah kata lebih dari 3 kali, karena akan dianggap spamming. Contoh pemakaian meta tag keyword yang salah adalah :

<meta name=”keywords” content=”bali, bali hotels, travel in bali, bali island, bali weather>

Disini terlihat sekali bahwa kata “bali”, diulang lebih dari 3 kali. Contoh berikut ini tidak akan dianggap spamming oleh search engine :

<meta name=”keywords” content=”bali hotels travel bali island bali weather”>

Yang tak kalah pentingnya mengenai keyword adalah jangan membuat keyword yang tidak ada hubungannya dengan isi halaman web Anda. Hal ini juga akan dianggap spamming. Misalkan web Anda memuat informasi mengenai pariwisata di Bali, jangan sekali-kali menambahkan “MP3″ atau “Britney Spears” sebagai keyword hanya karena keyword-keyword ini merupakan keyword favorit di internet dan banyak dicari orang.

Meta Tag Robots

Tujuan utama penggunaan meta tag robots adalah untuk menentukan halaman web yang mana bisa di-index oleh spider dan halaman web mana yang tidak. Tag ini sangat berguna sekali terutama jika seuatu website memakai frame untuk navigasinya. Tentunya kita tidak ingin menampilkan menu-menu dalam frame untuk dibaca oleh search engine. Format dasar dari meta tag robots adalah sebagai berikut :

<meta name=”robots” content=”index | noindex | follow | nofollow”>

Sebagai contoh, jika Anda ingin agar spider membaca main page, dan menelusuri semua link yang ada maka tambahkan perintah berikut ini :

<meta name=”robots” content=”index follow”>

Dengan perintah ini spider akan meng-index main page Anda dan menjadwalkan untuk mengindex halaman-halaman lain yang bisa dicari melalui hyperlink (<a href=””>).
Perintah berikut ini akan menginstruksikan agar spider tidak meng-index maupun menelusuri link yang ada pada suatu halaman web.

<meta name=”robots” content=”noindex nofollow”>

Ok, setelah mengetahui tentang meta tag, bagian selanjutnya akan membahas mengenai penyusunan content/isi halaman web yang search engine friendly.

Pengoptimalan website content

Content adalah raja. Itulah kunci sukses untuk mendapatkan rangking yang tinggi pada search engine. Bagian ini akan menjelaskan bagaimana merancang isi halaman web yang search engine friendly. Namun tetap harus dijaga, agar visitor Anda betah membacanya.

Satu hal yang perlu diingat adalah website yang Anda miliki dirancang untuk visitor, bukan untuk search engine. Janganlah terlalu berlebihan hanya karena ingin mendapat rangking yang tinggi, tapi justru membuat isi halaman web tidak enak untuk dibaca. Jika hal ini tidak Anda perhatikan, maka visitor hanya akan datang sekali saja dan mereka akan enggan untuk berkunjung lagi. Langkah pertama, susunlah isi web Anda secara biasa. Buat kalimat-kalimat yang menarik dan enak untuk dibaca. Tetapi usahakan agar keyword-keyword pada meta tag, terpakai pada kalimat-kalimat di awal paragraf. Jagalah agar topiknya tidak terlalu meluas dan tetap spesifik. Sebuah halaman web yang baik hanya berisi dua sampai tiga fokus bahasan. Kalau dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ini disebut pokok pikiran yang menjiwai sebuah karangan :) Ok, langkah selanjutnya optimalkan halaman web Anda dengan tips-tips berikut ini.

  1. Perhatikan penggunaan gambar. Hindari penggunaan gambar/image yang terlalu berat pada web Anda. Usahakan agar ukuran halaman web + gambar tetap dibawah 64 kb. Gunakan software-software seperti Adobe Photoshop (menu file – save for web) untuk mengoptimalkan gambar. Penggunaan Flash dan Java yang berlebihan sebaiknya dihindari.
  2. Hindari pemakaian frame. Frame memang baik dipakai sebagai navigasi, tetapi bisa membingungkan search engine. Halaman utama frameset biasanya tidak berisi content apa-apa. Kalaupun Anda terpaksa menggunakan frame, ingatlah mencantumkan tag <noframe></noframe> dan tuliskan rangkuman dari isi halaman web Anda pada tag tersebut agar search engine yang tidak mendukung frame masih bisa membacanya.
  3. Rancanglah agar web Anda bisa dibaca oleh semua browser. Halaman web yang tampak cantik di Internet Explorer kadang-kadang hanya tampak blank pada Netscape Navigator. Hati-hatilah dengan hal ini karena bisa menurunkan rangking pada search engine. Bukankah kecantikan itu juga relatif bagi setiap orang :)
  4. Gunakan keyword utama pada title halaman web. Isi dari tag <title></title> sangat berpengaruh pada rangking search engine. Rancanglah sebuah title yang menarik untuk dibaca dan jaga agar ukurannya tidak melebihi 70 karakter.
  5. Usahakan agar halaman web Anda memakai page headline (H1-6), dan gunakan keyword utama sebagai <H1>healine</H1>.
  6. Hindari pemakaian font yang terlalu kecil <font size=”1″> dan susah dibaca.
  7. Jika Anda memasang image ingatlah agar selalu melengkapinya dengan atribut alt. Beberapa search engine menggunakan alt tag sebagai pedoman relevansi hasil pencarian. <IMG SRC=”gambar.jpg” ALT=”tambahkan beberapa keyword utama disini”>.
    Meskipun tidak banyak, beberapa search engine juga membaca comment tag. Isilah comment tag Anda dengan beberapa keyword yang relevan.
  8. Beberapa search engine utama seperti Altavista dan Google memberikan poin lebih banyak untuk paragraf-paragraf yang letaknya di awal. Jadi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, usahakan memakai keyword-keyword andalan Anda di awal halaman.

Doorway Page

Memang agak susah untuk mengoptimalkan halaman web sesuai dengan ketujuh tips yang diberikan sebelumnya. Terutama dari segi content. Apalagi jika Anda membuat web untuk sebuah perusahaan. Semua content (kalimat/paragraf) sudah diberikan apa adanya. Anda tidak mungkin merubahnya dengan begitu saja. Begitu juga untuk web-web semacam portal yang isi beragam. Walaupun halam index-nya sudah Anda bolak-balik, tetap saja susah mendapat posisi bagus untuk keyword tertentu. Jika menghadapi situasi seperti ini, saatnya Anda menggunakan doorway page.

Doorway page adalah sebuah halaman web yang dibuat untuk menonjolkan satu sampai dua keyword saja. Satu atau dua keyword tersebut akan menjadi inti pembicaraan dari sebuah halaman, sehingga search engine akan menganggap isi halaman tersebut lebih relevan. Dari doorway page ini, bisa dipasang link yang mengarah ke halaman index yang sebenarnya. Sebut saja Anda memiliki website http://www.promosi-web.com, tetapi halaman indexnya sudah tidak bisa dioptimalkan lagi. Untuk itu Anda harus membuat sebuah doorway page bernama promosi.html, karena “promosi” adalah keyword yang Anda harapkan. Halaman mana yang harus Anda submit ke search engine ? Tentu saja http://www.promosi-web.com/promosi.html. Tapi sekali lagi saya ingatkan, pakailah doorway page hanya jika terpaksa. Alangkah baiknya kalau Anda bisa mengoptimalkan halaman index yang asli.

Jika Anda sudah memutuskan untuk membuat doorway page, perhatikanlah langkah-langkah berikut ini.

  1. Putuskan untuk keyword apa doorway page tersebut akan dibuat. Pilih satu sampai tiga kata yang Anda anggap paling potensial dan berhubungan dengan web Anda.
    Optimalkan title, meta description, dan meta keyword-nya, sesuai dengan keyword utama yang Anda pilih.
  2. Mulailah membuat content yang panjangnya minimal 3 paragraf. Jangan membuat halaman yang terlalu pendek, karena beberapa search engine seperti Altavista dan Northern Light akan memprioritaskan halaman yang kaya akan content. Usahakan agar keyword-keyword yang Anda pilih dipakai pada setiap paragraf.
  3. Jika menggunakan gambar, jagalah agar ukurannya tidak terlalu besar dan isi bagian alt-nya dengan keyword yang Anda pilih.
  4. Simpan halaman web Anda dengan nama yang sebenarnya, contoh : promosi.html, jangan disimpan dengan nama index1.htm atau index2.html.

Sekarang semuanya sudah siap. Anda sudah bisa mulai mendaftarkan website Anda ke berbagai search engine utama. Tapi sebelumnya baca dulu bagian selanjutnya dari tutorial ini yang akan memberikan sedikit tips agar pendaftaran Anda berhasil dengan baik.

Submit ke Search Engine

Sekarang tibalah saatnya mendaftarkan website Anda ke search engine. Bacalah baik-baik tips pada halaman ini agar pendaftaran berhasil dengan baik.

Setiap search engine mempunyai aturan tersendiri dalam menerima website. Saya sarankan agar Anda membaca dengan seksama aturan yang mereka berikan. Jangan pernah berani melanggar, karena hanya akan membuang-buang waktu Anda. Lihat juga berapa jumlah maksimal halaman web yang bisa Anda daftarkan sekaligus dalam sekali waktu. Search engine yang memiliki kemampuan deep crawler seperti Google, akan mampu menelusuri setiap link yang ada pada sebuah halaman web. Jadi Anda tidak perlu men-submit setiap halaman satu persatu, cukup indexnya saja.

Saat ini ada lebih dari 1000 search engine yang bertebaran di internet. Tapi dari sekian banyak tersebut hanya beberapa saja yang memiliki database besar dan lengkap. Sebut saja 3 pemain utama, Google, Inktomi, dan AllTheWeb. Tiga search engine ini memiliki database yang sangat besar dan banyak dipakai sebagai secondary result pada search engine lainnya. Misalnya database Google dipakai oleh Yahoo, Inktomi membackup MSN dan AOL search, dan AllTheWeb dipakai Lycos.

Saat ini banyak situs yang menawarkan jasa submit ke search engine secara otomatis. Sekali mengisi form, web site Anda bisa didaftarkan ke 30 search engine sekaligus (bahkan lebih). Cara ini memang sangat menghemat waktu, tapi tidak bisa terjamin keberhasilannya. Sekarang ini banyak search engine yang menonak pendaftaran secara otomatis melalui program submitter. Contohnya adalah altavista. Anda diwajibkan untuk memasukkan kode pendaftaran dengan benar sebelum bisa men-submit halaman web ke database Altavista. Kode tersebut dihasilkan secara otomatis dalam bentuk image acak, sehingga benar-benar perlu ketelitian untuk membacanya. Meskipun banyak menghabiskan waktu, tetapi submit secara manual masih jauh lebih aman. Atau sebagai alternatif, carilah program submitter yang bisa menampilkan submission result secara langsung, tidak hanya mengeluarkan output berhasil atau gagal, namun tanpa bukti. Saat ini Promosi-web.com sudah menyediakan submitter semi otomatis yang bisa mendaftarkan website Anda ke beberapa search engine secara cepat. Submission result bisa dilihat secara langsung, sehingga Anda tidak perlu ragu tentang keberhasilannya.

Keadaan koneksi internet juga harus diperhatikan. Jangan men-submit pada saat koneksi internet lambat. Persentase kegagalan bisa lebih besar. Submitlah website Anda diluar jam-jam sibuk, yang bisa menjamin koneksi secara lancar.

Sekarang website Anda sudah didaftarkan ke berbagai search engine utama. Apakah semuanya sudah selesai…? Tentu saja belum. Anda harus mendaftarkannya lagi ke Yahoo, Open Directory Project, dan beberapa directory besar lainnya. Jika sebelumnya Anda berhadapan dengan search engine spider, sekarang Anda berhadapan dengan editor manusia. Kalau ingin terdaftar, ikuti aturan mereka dan berikan yang terbaik yang bisa disajikan website Anda. Bagian selanjutnya akan membahas mengenai beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mendaftarkan website ke berbagai directory utama.

Submit ke Directory

Yahoo! dan Open Directory Project adalah dua direktori terbesar yang sangat potensial untuk menaikkan traffic website Anda. Ingatlah bahwa direktori menggunakan editor manusia untuk menerima website. Bagian ini akan menjelaskan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum mendaftarkan website ke beberapa directory utama.

Anda sekarang mungkin sudah mempunyai doorway page yang sempurna dengan meta tag yang terbaik di dunia. Tetapi berhati-hatilah, karena yang Anda hadapi bukanlah sebuah spider, tetapi seorang editor manusia seperti Anda. Semua taktik dan strategi jitu untuk search engine tidak akan berlaku disini. Apa yang bisa Anda lakukan…? Bacalah tips-tips dibawah ini dan bandingkan dengan keadaan website Anda yang sekarang.

  1. Usahakan agar website Anda mempunyai domain name sendiri. Sebagian besar website yang diterima di Yahoo! memakai top level domain, dan hanya sebagian kecil saja yang memakai sub domain yang dapat diterima (kecuali website Anda memiliki content yang unik).
  2. Nama domain sebaiknya mencerminkan isi dari website Anda.
  3. Pastikan tidak ada broken link, gambar yang tak bisa tampil, atau javascript error pada halaman web Anda. Jangan mensubmit website yang belum 100% siap.
  4. Setiap direktori memiliki aturannya masing-masing. Bacalah aturan tersebut sebelumnya agar website Anda terhindar dari diskualifikasi.
  5. Daftarkan website Anda pada kategori yang tepat dan paling spesifik. Lihat juga berapa website yang sudah terdaftar pada kategori tersebut. Usahakanlah mencari category dengan jumlah pesaing yang paling sedikit.
  6. Daftarkan hanya halaman utama saja. Jika Anda mendaftarkan halaman-halaman lain yang merupakan sub dari halaman utama kemungkinan besar akan ditolak. Kecuali halaman tersebut benar-benar memiliki content yang langka.
  7. Perhatikan berapa lama Anda bisa men-submit ulang website Anda (misalnya 2 bulan). Jika belum terdaftar, lakukan submit ulang dalam jangka waktu tersebut.

Disini kesabaran Anda benar-benar diuji. Yahoo setiap harinya menerima pendaftaran lebih dari 10 juta situs. Sedangkan yang bisa ditangani oleh editornya sekitar 5 sampai 10 persennya saja. Jadi bersabarlah untuk melakukan submit ulang dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Kalau ingin cepat, Anda bisa memakai fasilitas submission express. Dijamin website Anda akan direview dalam waktu 2-7 hari. Tetapi Yahoo mengenakan biaya $US 299 per tahun, untuk fasilitas ini. Ini hanya jaminan agar website Anda di-review lebih cepat, bukan jaminan untuk diterima. Saat ini Yahoo melakukan review untuk sebuah website bisnis setahun sekali, dan untuk sekali review dikenakan biaya $US 299. Memang bukan jumlah yang sedikit, apalagi untuk perusahaan-perusahaan berskala kecil.

Perlu diingat disini bahwa tujuan Yahoo menerima website Anda bukan untuk membantu mengingkatkan visitor website Anda, melainkan untuk melengkapi koleksi link pada direktori yang mereka miliki. Jadi peluang Anda untuk terdaftar akan lebih besar, jika Anda bisa memberikan website dengan isi yang unik dan belum ada/sedikit jumlahnya pada direktori mereka. Adalah suatu anugrah yang sangat indah apabila website Anda bisa diterima di Yahoo secara gratis untuk saat ini. Bukan apa-apa, karena hal itu menjadi sangat sulit sejak Yahoo mengubah kebijakannya di akhir tahun 2001. Apalagi website Anda tergolong website bisnis, hanya submission express yang bisa menyelamatkan Anda.

Saat ini Yahoo! masih merupakan directory yang paling ramai (mengusai 25,4% dari seluruh pengguna internet) ditambah dengan Google sebagai search engine default-nya (menguasai 5% dan terus meningkat). Tetapi ada hal yang menarik. AOL, Altavista, Netscape, dan Lycos, jika digabung mengusai 40,5% dari pengguna search engine di seluruh dunia. Keempat search engine ini memakai database dari Open Directory Project (ODP). Jadi akan sangat menguntungkan jika website Anda juga terdaftar di ODP (http://dmoz.org/). Direktori lainnya yang juga harus diperhatikan adalah Looksmart. Database Looksmart dipakai sebagai main result di MSN, Altavista, Excite, dan iWon. Tetapi Anda harus mengeluarkan uang sebesar $US 149 untuk bisa terdaftar di LookSmart Network.

Tentang Link Popularity

Setelah men-submit website Anda ke berbagai search engine dan directory utama, apa yang akan Anda lakukan ? Apakah semuanya sudah cukup dan Anda tinggal menunggu hasil ? Tentu saja tidak. Sambil menunggu hasil pendaftaran yang berkisar antara 2 minggu hingga 3 bulan, Anda bisa meningkatkan link popularity dari website Anda. Link popularity adalah banyaknya website lain yang memasang link mengarah ke website Anda. Semakin besar link popularity, maka rangking website Anda di search engine akan semakin tinggi.

Google adalah salah satu search engine yang sangat memperhatikan link popularity. Bahkan faktor ini bisa menjadi yang paling penting. Menurut analisa Google, semakin banyak suatu website di-link, tentu content-nya semakin baik juga. Dan yang lebih istimewa lagi, Google bisa menganalisa darimana datangnya link tersebut. Link dari Yahoo ataupun Open Directory akan lebih berarti daripada link dari website lain. Jadi bukan hanya sekedar jumlah link yang diperhitungkan, melainkan juga kualitasnya. Oleh Google, teknologi ini disebut sebagai PageRank, yaitu suatu teknologi yang bisa memperhitungkan seberapa baik kualitas dari sebuah halaman web.

Seorang teman pernah bertanya kepada saya. Mengapa website saya yang desainya sudah dioptimalkan untuk search engine, rangking-nya tetap berada dibawah website pesaing saya yang desainnya biasa-biasa saja ? Jika Anda juga punya pertanyaan seperti ini jawabannya adalah karena perbedaan link popularity. Saya sendiri pernah menjumpai sebuah website yang desainnya hanya dipenuhi gambar-gambar dan flash, tetapi bisa menduduki posisi 10 besar di Google. Setelah diselidiki ternyata halaman ini banyak di-link oleh website lain yang juga memiliki link popularity tinggi.

Bagaimana caranya mengetahui besarnya link popularity sebuah website ? Mudah saja, untuk google Anda tinggal memasukkan sintak “link:www.namadomain.com” pada kotak search. Misalnya jika Anda ingin mengetahui link popularity dari Promosi-web.com, Anda tinggal memasukkan “link:www.promosi-web.com”. Setelah itu Google akan menampilkan seluruh website yang memasang link ke Promosi-web.com, sama seperti hasil pencarian biasa. Tetapi ada cara yang jauh lebih mudah, yaitu dengan menggunakan tools link popularity checker. Tools ini banyak tersedia di internet, dan salah satu yang paling saya suka adalah Link Popularity Checker dari MarketLeap. Disini Anda bisa mencari jumlah link popularity website Anda, sekaligus membandingkannya dengan website pesaing. Bukan hanya google, tetapi result dari berbagai search engine utama.

Untuk meningkatkan link popularity Anda bisa mengadakan barter link dengan website lain isinya berkaitan dengan website Anda. Dalam hal ini janganlah merasa gengsi untuk bertukar link. Anda bisa menghubungi webmaster dari website yang akan diajak barter link. Tawarkan kepadanya apa manfaat dari barter link, dan katakan juga bahwa content dari website Anda berhubungan dengan website yang dia miliki. Cara lainnya adalah rajin-rajinlah mengisi guestbook. Pada guestbook tersebut, Anda bisa menambahkan URL website Anda yang tentunya juga akan menambah link popularity. Tapi ingat, jangan pernah melakukan spamming.

Fasilitas Gratis untuk Promosi Web Site

Berita dan Isu Seputar Search Engine. Bagian ini memuat berbagai berita dan isu-isu terbaru di dunia search engine. Beberapa pertanyaan yang paling sering dilontarkan pengunjung Promosi-web.com juga akan dibahas pada bagian ini.

Barter link. Jika Anda sudah membaca bagian link popularity, pastilah sudah mengerti apa manfaat dari barter link. Selain untuk untuk meningkatkan jumlah pengunjung, juga untuk menambah link popularity dari website Anda di berbagai search engine utama. Jika Anda memiliki/mengelola website apa saja, baik itu personal web, bisnis, maupun website organisasi, saya mengundang Anda untuk melakukan barter link dengan Promosi-web.com.

Pendaftaran gratis ke 5 search engine sekaligus. Alat ini akan membantu Anda untuk melakukan pendaftaran ke 5 search engine secara cepat. Dengan sekali mengisi form, data website Anda bisa digunakan untuk melakukan pendaftaran ke AllTheWeb, Google, Hotbot UK, 2kCity, dan WhatYouSeek Network. Sebelum menggunakan submitter ini saya sarankan agar Anda membaca halaman tips untuk pendaftaran ke search engine, supaya hasilnya bisa lebih optimal.

IP Detector. IP (Internet Protocol) bisa diibaratkan sebagai kode unik yang dimiliki setiap server/komputer yang terhubung ke Internet. Kode ini berupa sederetan angka dengan format tertentu, misalnya 202.154.2.25. Setiap server memiliki nomer IP yang berbeda-beda. Sama halnya dengan setiap penduduk Indonesia yang memiliki KTP dengan nomer berbeda-beda. Saat ini hampir semua script server side (seperti PHP, Perl, ASP), bisa digunakan untuk mendeteksi IP dari pengunjung. Namun IP tersebut hanyalah berupa sederetan angka, bagaimana kita bisa mendapatkan informasi dari angka-angka ini ? Tools IP detector ini akan membantu Anda untuk mendapatkan informasi kode dan nama negara dari sebuah IP. Anda tinggal memasukkan nomer IP dengan format yang benar, kemudian code dan nama negara akan ditampilkan sebagai outputnya. Tools ini sangat membantu apabila Anda ingin mengetahui dari negara mana pengunjung website Anda berasal, sedangkan website Anda hanya bisa mendeteksi nomer IP-nya saja.

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

 

[HOME] [PREV] [NEXT] [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12]

Prosedur Pendaftaran di Direktori (Portal) dan Search Engine

Dalam tulisan berikut ini kita akan membahas tentang cara mendaftarkan website kita di dua buah portal. Yang satu adalah portal internasional (tentunya berbahasa Inggris) bernama DMOZ atau Open Directory Project (ODP) yang beralamat di http://dmoz.org. Sedang yang satunya adalah portal nasional atau portal Indonesia bernama Search Indonesia yang beralamat di http://www.searchindonesia.com. Dengan mendaftar di Open Directory (DMOZ), bila pendaftaran anda diterima, anda akan sekaligus dimasukkan ke dalam database sejumlah search engine besar yang terkenal seperti: Google, Altavista, AOL Search, HotBot, Lycos dan lain-lain. Search engine Yahoo! pun sudah termasuk karena Yahoo! juga menggunakan database Google.

Mendaftar di Open Directory (DMOZ)

Kita mulai dari Open Directory. Pergilah ke situs Open Directory di http://dmoz.org. Tampilan awalnya tampak sebagai berikut:

 

Klik link suggest URL yang terdapat di bagian atas yaitu di banner DMOZ. Anda akan dibawa ke halaman yang berisi penjelasan tentang peraturan atau tata cara mengajukan pendaftaran website (How to suggest a site to the open directory). Bila anda sedikit (apalagi banyak) bisa berbahasa Inggris, ada baiknya anda membaca peraturan ini dengan saksama. Diantara point-point peraturan yang penting untuk kita ketahui adalah:

  1. Jangan mendaftar dengan nama URL Redirection, gunakan URL asli dari webhosting anda.
  2. Kangan mendaftar website yang belum selesai, ada halaman yang sedang dikerjakan atau ada link yang terputus.
  3. Bila website anda menggunakan bahasa utama selain Bahasa Inggris, maka daftarkanlah dalam kategori World.

Setelah anda setuju dengan semua peraturan yang dijelaskan di halaman ini kemudian anda mengklik link Proceed to the Open Directory home at dmoz.org untuk memulai proses pendaftaran, anda akan kembali dibawa ke halaman depan (homepage) dari DMOZ yang tergambar di atas. Di situ anda harus mencari dan menelusuri kategori dan sub kategori yang paling tepat (sesuai) untuk website yang telah anda buat. Mengingat point ketiga yang kami sebutkan di atas, bila situs anda berbahasa Indonesia, maka kategori pertama yang harus anda masuki adalah link World yang terdapat pada deretan link terbawah. Klik link World.

Anda akan dibawa ke daftar sejumlah link bahasa-bahasa yang terdapat di seluruh dunia yang dirunut sesuai abjad. Angka-angka yang terdapat dalam tanda kurung di belakang setiap link kategori merupakan jumlah website yang telah terdaftar dalam Open Directory untuk kategori tersebut. Carilah link Indonesia. Setelah ketemu, klik link tersebut. Anda akan dibawa ke halaman selanjutnya yang merupakan hirarki pertama dari daftar kategori dalam kelompok website Indonesia.

 

Di sini terdapat sejumlah kategori seperti Belanja, Berita, Bisnis, Kesehatan dan seterusnya. Pilihlah kategori yang paling sesuai untuk website anda. Dalam hal ini kami mengambil website ini (BuatSite) sebagai contoh. Untuk website ini kami memilih kategori Komputer. Setelah link Komputer diklik, kita akan dibawa ke hirarki kategori selanjutnya yang di dalamnya terdapat sejumlah sub kategori seperti Hacking, Internet, Konsultan, Linux dan seterusnya. Di sini kami mengklik link Internet yang membawa kita ke hirarki kategori selanjutnya. Sub kategori yang terdapat di halaman ini antara lain Berita Online, Chat, Layanan Email, Layanan Web dan lain-lain seperti tampak di bawah ini:

 

Andaikata saya ingin mendaftarkan website saya sampai di kategori Internet saja, tidak memasuki sub kategori yang lebih dalam, maka sampai di sini saya langsung mengklik link tambah URL yang terdapat di bagian atas (banner). Bila anda ingin melihat situs-situs mana saja yang telah terdaftar dalam kategori (kelompok) Internet, gulunglah layar ke bawah maka di situ anda akan melihat daftar nama-nama situs, lengkap dengan deskripsi (penjelasan ringkas) tentang isi masing-masing situs. Bila anda ingin mendaftar dalam sub kategori yang lebih dalam, klik link sub kategori yang dimaksud kemudian klik link tambah URL seperti yang telah dijelaskan tadi. Setelah anda mengklik link tambah URL tersebut, anda akan dibawa ke halaman Submit a site to the Open Directory. Di halaman ini anda diminta untuk mengisi formulir registrasi (pendaftaran). Hanya ada empat kotak yang harus anda isi dengan baik dan benar.

  1. Site URL. Masukkan alamat (URL) website anda. Ingat alamat yang dimaksud adalah alamat asli dari webhosting tempat anda menyimpan file-file website anda. Jadi jangan memasukkan alamat URL Redirection.
  2. Title of Site. Tuliskan nama (judul) dari website anda. Istilah “Title” ini sudah dijelaskan pada pelajaran di halaman 10 yang lalu.
  3. Site Description. Ketikkan uraian ringkas tentang isi website anda. Inipun sudah dijelaskan di halaman 10.
  4. Your E-Mail Address. Tuliskan alamat email yang anda miliki.

Setelah semua kotak-kotak isian telah anda isi dengan benar, klik tombol Submit yang terdapat pada bagian paling bawah. Bila semua isian anda benar, maka di halaman selanjutnya anda akan mendapati tulisan Submission Received yang menyatakan bahwa pengajuan pendaftaran website anda telah diterima. Hal ini bukan berarti website anda telah diterima dan akan dimasukkan dalam direktori DMOZ. Kita masih harus menunggu beberapa minggu atau bulan untuk proses verifikasi. Itupun bila website yang anda ajukan dianggap memenuhi syarat dan layak dimasukkan dalam direktori DMOZ. Website yang biasanya dianggap layak pajang adalah website yang tidak memiliki cacat serius dari segi teknik pembuatan website serta memiliki isi (content) yang cukup khas karena mengandung materi atau informasi yang masih jarang ditemukan di internet.

Mendaftar di Portal SearchIndonesia

Portal SerchIndonesia memiliki konsep pendaftaran website yang mirip dengan Open Direcotry. Buka situs SearchIndonesia di http://www.searchindonesia.com. Tampilan awalnya tampak sebagai berikut:

 

Pada kolom menu sebelah kiri di bawah judul siTools terdapat link untuk mengajukan pendaftaran situs yaitu Tambah URL. Klik ini maka anda akan dibawa pada halaman berjudul Tambah URL, bagaimana caranya? Hal ini berisi penjelasan tentang tata cara mendaftar di SearchIndonesia. Bila sudah paham, klik link kembali ke halaman awal. Karena di halaman awal tadi, anda disuruh memilih kategori atau kelompok yang pas untuk situs anda. Persis seperti pendaftaran di DMOZ, kan? Telusurilah link-link kategori yang tersedia (seperti di DMOZ) untuk mencari kategori yang cocok untuk situs anda.

 

Setelah anda memasuki halaman kategori yang anda pilih, klik link Tambah URL yang terdapat pada kolom menu sebelah kiri seperti tampak pada gambar di atas. Barulah anda di bawah ke formulir pendaftaran seperti yang tampak di bawah ini:

 

Ada empat kotak yang harus anda isi yaitu Judul (Title), URL, Deskripsi (Description), Nama Kontak (isi dengan nama anda) dan Email Kotak (isi dengan alamat email anda). Keempat item yang harus diisi itu tentunya sudah sangat jelas bagi anda karena telah pernah dijelaskan. Setelah anda mengisi semuanya dengan benar, klik tombol Kirim. Selesailah sudah tugas anda. Tampak halaman selanjutnya berisi ucapan terima kasih dan data-data yang telah anda masukkan tadi. Sekarang anda tinggal menunggu berita dari SearchIndonesia yang akan dikirimkan ke email anda bila website anda diterima untuk dimasukkan dalam direktori.

 

 

 

permasalahan

20 Mar

********* 5310 express music mati total **********
step 1 :
cek arus :
tekan on/off = o ma – 360 ma – 240 ma – 0 ma
dari hasil cek arus hp di ketahui konslet setelah tekan saklar
atau konslet pada saat ic power bekerja.

step 2 :
* mencari komponen yang short:
- cari capasitor yang konslet dengan mencari komponen yang short ke gnd
ke dua kutub nya : – c2814,c2811 = vio
- setelah ketemu komponen yang short di jalur tegangan output ic power
langkah selanjut nya menyuntik tegangan vio di capasitor C2814 atau C2811
dengan mengatur pelan2 voltage di power supply jgn ampe melebihin 1,8 v.
- raba komponen yg panas atau hangat dalam posisi tegangan vio di suntik
pake power supply.
setelah meraba2 ternyata ic bluethud (BTFM module ) N6000 nya hangat .
- langkah selanjut nya mengangkat N6000 yang hangat dan cek kembali arus nya.

step 3 :
1ST BOOT : C0,07 [Rm-303] [2.0.9.0]
RAPx ID : 000000010000022600010006010C192101013000
EM 1 ID : 00000295
EM 2 ID : 00000B22
RAPx PBID : 16700210877A0254370E15BF0704907B6C807BA5
RAPx MODE : 00
RAPx HASH : BAF3A9C3DBFA8454937DB77F2B8852B1
RAPx ROID : 273F6D55DFAAF68F
CMT 1ST Boot OK
CMT 2ND Bt: RAP3Gv3_2nd.fg, Ver: 9.11.1
CMT FLID0 : 0001003F-00008A21, Amd 72NS512PD
CMT FLCNT : 00000000000000000000000000000000000000
CMT MCID0 : FFFF0000-00000000
CMT 2ND Boot OK
CMT ALGO : RAP3Gv3_algo.fg, Ver: 9.17.0
CMT KSIG0 : 3E96DE4212587183E5E16BB2C79692A53C19875D
CMT VPP : Internal
DUAL LINE : True
CMT ALG Boot OK
INFO_2ND : APE Chip Absent
INFO_ALG : APE Chip Absent
Rebooting Mobile

JAF version 1.98.62
Detected PKEY: 90009699
Card life counter: 99.99%
P-key nokia module version 01.02
Detected JAF INTERFACE version: 01.B1, Driver version: 20416, Library version: 30118
JAF DCT4/BB5 LOADERS DIR: C:\Program Files\ODEON\JAF\Flash\
JAF DCT4/BB5 PRODUCT DIR: C:\Program Files\Nokia\Phoenix\Products\
JAF USB LOADERS DIR: C:\Program Files\ODEON\JAF\FlashUSB\
JAF DCT3/DCTL LOADERS DIR: C:\Program Files\ODEON\JAF\Flash3\
USB Cable Driver version: Can’t read USB Cable Driver version!

Changing mode…Done!
Booting phone…
FAST PHONE detected!

CMT Boot Data:
Asic ID: 000000010000022600010006010C192101013000
Asic Mode ID: 00
Asic EM ID: 00000B22
Asic Public ID: 16700210877A0254370E15BF0704907B6C807BA5
HASH: BAF3A9C3DBFA8454937DB77F2B8852B100000000
ROM ID: 273F6D55DFAAF68F
CMT Boot File: C:\Program Files\ODEON\JAF\Flash\rap3gv3_2nd.fg
Loader version: 01.1E.00 -> Revision: 0000
Patching CMT boot step1…
Patching CMT boot step2…
Patching CMT boot step3…
CMT Boot Ready
CMT Flash ID: 003F0001 <=> SPANSION -> Type not in database
CMT Flash Data: 00000000000000000000000000000000
CMT Loader: C:\Program Files\ODEON\JAF\Flash\RAP3Gv3_algo.fg
Loader version: 01.21.01 -> Revision: 0000
Patching CMT loader step1…
Patching CMT loader step3…
CMT Loader Ready
Done!
Restarting phone…Done!

info with jaf :
Switching to serial…
Powering the phone…
Reading…
Failed! Aborting! IMEI
proses akhir flashing error karena ponsel tidak bisa masuk local mode.
ponsel coba di nyalakan dengan batere, hasil nya ponsel nyala
tapi pas loading kedip blank dan langsung shutdown arus nya..
coba flash lg tapi dengan versi paling tinggi 8.80 ternyata tembus ponsel
langsung masuk local mode
coba check dan info :
1ST BOOT : C0,07 [Rm-303] [2.0.9.0]
RAPx ID : 000000010000022600010006010C192101013000
EM 1 ID : 00000295
EM 2 ID : 00000B22
RAPx PBID : 16700210877A0254370E15BF0704907B6C807BA5
RAPx MODE : 00
RAPx HASH : BAF3A9C3DBFA8454937DB77F2B8852B1
RAPx ROID : 273F6D55DFAAF68F
CMT 1ST Boot OK
CMT 2ND Bt: RAP3Gv3_2nd.fg, Ver: 9.11.1
CMT FLID0 : 0001003F-00008A21, Amd 72NS512PD
CMT FLCNT : 00000000000000000000000000000000000000
CMT MCID0 : FFFF0000-00000000
CMT 2ND Boot OK
CMT ALGO : RAP3Gv3_algo.fg, Ver: 9.17.0
CMT KSIG0 : 3E96DE4212587183E5E16BB2C79692A53C19875D
CMT VPP : Internal
DUAL LINE : True
CMT ALG Boot OK
INFO_2ND : APE Chip Absent
INFO_ALG : APE Chip Absent
Rebooting Mobile

MCU SW : V 10.10 23-03-09 RM-303 (c) Nokia
PPM SW : V 10.10 23-03-09 RM-303 (c) Nokia X
Prd.Code: 0564418
Bpr.Code: 0544850
Prod.Sn : DUA994192
HW Vers : 1004
EM VILMA: 15
EM BETTY: 22
RFIC Ver: 064c0609
DSP Vers: ICPR71_09w03
LCD Type: SEIKO
IMEI : 352072-02-651226-2
SL Serv : SIMLOCK SERVER
SL Conf : 244-07-00000000000
SL Prof : 0000000000000000
SL Count: 00 00
BLK1= L1: OPEN L2: OPEN L3: OPEN L4: OPEN L5: OPEN
BLK2= L1: OPEN L2: OPEN L3: OPEN L4: OPEN L5: OPEN
BLK3= L1: OPEN L2: OPEN L3: OPEN L4: OPEN L5: OPEN
BLK4= L1: OPEN L2: OPEN L3: OPEN L4: OPEN L5: OPEN
BLK5= L1: OPEN L2: OPEN L3: OPEN L4: OPEN L5: OPEN
BLK6= L1: OPEN L2: OPEN L3: OPEN L4: OPEN L5: OPEN
BLK7= L1: OPEN L2: OPEN L3: OPEN L4: OPEN L5: OPEN
Provider: Nokia Test;Finland
problem solved …

 

setting

20 Mar

3G / 3,5G / GPRS Modem setting ( MANUAL )

Tujuan : Dapat melakukan setting modem / perangkat baik berupa Mobile

Phone ( media kabel data ), PCMCIA dll, agar dapat dipergunakan

sebagai perangkat koneksi melalui layanan wireless internet access Mobile ( 3,5G / 3G / GPRS ) secara

manual.

System Operasi : Microsoft Windows XP / 2000 / ME.

Dalam proses konfigurasi ini secara default proses setting akan selalu memiliki alur

proses sebagai berikut :

1. Installasi driver perangkat / modem.

2. Installasi media kabel ( jika dibutuhkan ).

3. Konfigurasi perangkat / modem.

4. Konfigurasi dialer / koneksi internet.

5. Troubleshoot dan Check error ( jika dibutuhkan ).

Berikut ini akan dilakukan proses setting sesuai dengan alur proses diatas.

1. Installasi driver perangkat :

Umumnya driver perangkat telah disediakan oleh vendor berupa CD maupun file

yang dapat didownload melalui internet, sesuai dengan jenis perangkat yang

dipergunakan, lakukan proses installasi sebagai berikut ;

Driver umumnya berbentuk file ekstensi .INF maupun .EXE, file .INF hanya

menyediakan driver perangkat saja, sedangkan .EXE umumnya menyertakan

aplikasi bawaan vendor. Sebelum proses installasi driver dimulai, pastikan

perangkat / modem dalam kondisi Tidak / Belum tersambung dengan komputer.

Installasi driver ekstensi .INF :

a. Start

b. Settings

c. Control Panel

d. Phone and Modem Options

e. Modems

f. Add

g. Aktifkan opsi : Don’t detect my modem; I will select it

from a list

h. Have Disk

i. Browse

j. Pilih lokasi penyimpanan driver perangkat (lokasi file .INF)

k. OK. Setelah proses ini selesai dengan baik, pada tab

Modems akan ditampilkan jenis modem baru yang telah

diinstall.

Installasi driver ekstensi .EXE : Untuk file dengan ekstensi ini, yang

perlu kita lakukan adalah melakukan eksekusi pada file tersebut, kemudian

lakukan check sebagai berikut ;

a. Start

b. Settings

c. Control Panel

d. Phone and Modem Options

e. Modems, pastikan modem anda telah ditambahkan pada list

Modems.

2. Installasi media kabel ( opsional ) :

Perangakat Mobile Phone tertentu membutuhkan driver yang diperlukan agar

system operasi mengenali perangkat / media kabel data tersebut. Proses installasi

dilakukan secara standar sebagai berikut ; kenali jenis kabel yang dipergunakan,

misalkan berupa kabel USB to Serial atau kabel USB yang dilengkapi dengan

chipset tertentu. Perhatikan proses installasi sesuai dengan driver yang disertakan

kenali juga jenis file driver yang disertakan. Apakah berbentuk file ekstensi .INF

maupun .EXE.

Installasi driver ekstensi .INF : Sambungkan kabel ke PC / Laptop

sesuai dengan jenis port yang dipergunakan ke komputer, system akan

melakukan identifikasi dan meminta installasi driver yang dibutuhkan.

Informasi yang diminta sebagai berikut ;

a. Found New Hardware

b. Can windows connect to Windows Update to search for software,

Pilih : No, not this time

c. Next

d. Install from alist or specific location ( Advance ), Aktifkan,

Include this location in the search, Pilih Browse, Pilih lokasi

tempat penyimpanan file driver .INF.

e. OK

f. Finish.

Check proses installasi : Untuk memastikan driver media kabel telah

terinstall dengan baik pada ;

a. Start

b. Settings

c. Control Panel

d. System

e. Hardware

f. Device Manager

g. Ports ( COM & LPT ) , pastikan media kabel ditampilkan pada list

Ports sesuai dengan type dan nama device, catat informasi port,

misalkan ; USB to Serial Prolific PL 2303 ( COM 2 ).

Installasi driver ekstensi .EXE : Untuk file dengan ekstensi ini, yang

perlu kita lakukan adalah melakukan eksekusi pada file tersebut, kemudian

sambungkan medial kabel, setelah itu secara otomatis system akan

melakukan inisialisasi perangkat dan mengenali media kabel ; Check

proses installasi untuk memastikan driver media kabel telah terinstall

dengan baik pada ;

a. Start

b. Settings

c. Control Panel

d. System

e. Hardware

f. Device Manager

g. Ports ( COM & LPT ) , pastikan media kabel ditampilkan pada list

Ports sesuai dengan type dan nama device, catat informasi port,

misalkan ; USB to Serial Prolific PL 2303 ( COM 2 ).

3. Konfigurasi perangkat / modem :

Setelah proses installasi driver dan media kabel ( opsional ) telah

dilakukan dengan baik, sambungkan perangkat / modem beserta media

kabel ( bila melalui kabel data ) / PCMCIA ke PC / Laptop, System akan

melakukan inisialisasi terhadap perangkat dan melakukan setting

verifikasi kelengkapan driver, setelah itu baru perangkat / modem siap

digunakan, check proses sebagai berikut ;

a. Start

b. Settings

c. Control Panel

d. System

e. Hardware

f. Device Manager

g. Modems, pastikan perangkat / modem ditampilkan pada list

modem, sesuai dengan type dan nama device, pilih perangkat /

modem pada list

h. Properties

i. Diagnostics

j. Query Modem, Bila perangkat / modem dan PC / Laptop dapat

berkomunikasi baik, akan ditampilkan informasi modem, jenis /

type, dan modem command yang dapat di support oleh modem

pada kolom Command dan Response.

k. Lanjutkan dengan menambahkan modem command / AT

command sebagai berikut Menu Tab Advance, Extra initialization

commands ; masukkan : AT+CGDCONT=1,”IP”,”APN-ISP-ANDA”

l. OK.

4. Konfigurasi dialer / koneksi internet :

Pada proses berikut ini akan dilakukan konfigurasi dial / koneksi internet, yang

selanjutnya akan dijadikan sebagai jalur akses internet. Proses konfigurasi sebagai

berikut ;

a. Start

b. Settings

c. Control Panel

d. Network Connections

e. Create a new connection / Internet connection wizard

f. Next

g. Connect to the internet

h. Next

i. Setup my connection manually

j. Next

k. Connect using dial-up modem

l. Next

m. Pada opsi Select a Device, pilih perangkat / modem sesuai dengan yang

akan dipergunakan, aktifkan tanda check di sisi sebelah kiri modem

perhatikan informasi port yang dipergunakan dan hilangkan tanda check

untuk perangkat / modem yang tidak dipergunakan.

n. Next

o. ISP Name ; diisi NAMA-ISP

p. Next

q. Phone Number ; diisi : 99# atau *991#

r. Next

s. User name ; diisi : USERNAME-ANDA , Password ; diisi : PASSWORD-ANDA ,

Confirm Password ; diisi : PASSWORD-ANDA

t. Aktifkan opsi : Use this account name and password when anyone

connects to the Internet from this computer.

u. Aktifkan opsi : Make this the default Internet connection

v. Next

w. Aktifkan opsi : Add a shortcut to this connection to my desktop.

x. Finish.

Setelah proses konfigurasi selesai akan ditampilkan menu dialer / koneksi internet

( Menu dengan title / judul Connect NAMA-ISP-ANDA ), lanjutkan dengan setting :

a. Properties

b. Security

c. Advance (custom setting)

d. Settings…

e. Allow this protocols , aktifkan opsi : Unencrypted Password ( PAP ),

sedangkan opsi SPAP, CHAP, MS-CHAP dan MS-CHAP v2 tidak

diaktifkan.

f. OK.

g. Yes.

h. OK. Pilih Dial untuk memulai koneksi internet.

5. Troubleshoot dan Check error :

Bila konfigurasi telah sesuai dengan prosedur diatas seharusnya perangkat / modem

telah dapat dipergunakan sebagai media akses layanan Mobile Internet Akses. Bila

terjadi error ulangi kembali prosedur installasi, dan perhatikan kembali parameter

berikut:

1. Pastikan nomor dan simcard yang dipergunakan telah terdaftar dan dalam

kondisi aktif.

2. Pastikan nomor dan simcard dalam masa aktif pemakaian.

3. Pastikan sinyal dalam kondisi optimum.

4. Periksa kelengkapan dan kesiapan driver maupun perangkat modem yang

dipergunakan.

5. Periksa kembali parameter dial berikut:

APN : APN-ISP-ANDA

Username : USERNAME-ANDA

Password : PASSWORD-ANDA

Dial Number : 991# atau *99#

Berikut beberapa informasi mengenai pesan Error :

a. Error 619 : Periksa kembali konfigurasi Security pada dialer, sesuai

informasi diatas pada bagian “Konfigurasi dialer / koneksi internet”.

b. Error 692 : Periksa kembali perangkat / modem / kabel data, pastikan dalam

kondisi terpasang dengan baik dan dalam kondisi aktif. Periksa kembali

konfigurasi perangkat / modem / kabel data, sesuai informasi diatas pada

bagian “Konfigurasi perangkat / modem”.

c. Error 732 : Periksa kembali perangkat / modem / kabel data, pastikan dalam

kondisi terpasang dengan baik dan dalam kondisi aktif. Periksa kembali

konfigurasi perangkat / modem / kabel data, sesuai informasi diatas pada

bagian “Konfigurasi perangkat / modem”.

d. Bila pada perangkat / modem / mobile phone mendapatkan informasi

“Registration Fail atau pada mobile phone ; Logo Operator tidak

ditampilkan, Tidak ada informasi sinyal” : Periksa kembali status dan masa

aktif sim card & MSISDN ( No GSM Sim Card ), bila masih dalam masa aktif

penggunaan coba untuk berpindah lokasi, hal tersebut dapat diakibatkan oleh

keterbatasan jangkauan servis operator GSM. Bila tidak dalam masa aktif atau

baru mendaftar, maka sim card & MSISDN ( No GSM Sim Card ) masih

dalam status belum aktif ( dalam proses aktifasi ).

Ini konfigurasi wvdial di linux ( /etc/wvdial.conf ) :

Perhatikan jenis device :

Modem GPRS via kabel serial : /dev/ttyS0

Modem GPRS / 3G Handphone : /dev/ttyACM0

Modem GPRS / 3G via kabel USB : /dev/ttyUSB0

———————-start here—————————

[Dialer gprs]

Modem = /dev/ttyACM0

Baud = 115200

Init1 = ATZ

Init2 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”APN-ISP-ANDA”,””,0,0

Phone = *99#

Username = USERNAME-ISP-ANDA

Password = PASSWORD-ISP-ANDA

Stupid Mode = on

FlowControl = CRTSCTS

Dial Command = ATDT

Auto Reconnect = 1

Auto DNS = 1

short story

20 Mar

TIMUN EMAS

Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seorang anak pun.

Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun.

“Tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Raksasa. “Terima kasih, Raksasa,” kata suami istri itu. “Tapi ada syaratnya. Pada usia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Raksasa. Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju.

Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bulan kemudian tumbuhlah sebuah mentimun berwarna keemasan.

Buah mentimun itu semakin lama semakin besar dan berat. Ketika buah itu masak, mereka memetiknya. Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Betapa terkejutnya mereka, di dalam buah itu mereka menemukan bayi perempuan yang sangat cantik. Suami istri itu sangat bahagia. Mereka memberi nama bayi itu Timun Mas.

Tahun demi tahun berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kedua orang tuanya sangat bangga padanya. Tapi mereka menjadi sangat takut. Karena pada ulang tahun Timun Mas yang ke-17, sang raksasa datang kembali. Raksasa itu menangih janji untuk mengambil Timun Mas.

Petani itu mencoba tenang. “Tunggulah sebentar. Timun Mas sedang bermain. Istriku akan memanggilnya,” katanya. Petani itu segera menemui anaknya. “Anakkku, ambillah ini,” katanya sambil menyerahkan sebuah kantung kain. “Ini akan menolongmu melawan Raksasa. Sekarang larilah secepat mungkin,” katanya. Maka Timun Mas pun segera melarikan diri.

Suami istri itu sedih atas kepergian Timun Mas. Tapi mereka tidak rela kalau anaknya menjadi santapan Raksasa. Raksasa menunggu cukup lama. Ia menjadi tak sabar. Ia tahu, telah dibohongi suami istri itu. Lalu ia pun menghancurkan pondok petani itu. Lalu ia mengejar Timun Mas ke hutan.

Raksasa segera berlari mengejar Timun Mas. Raksasa semakin dekat. Timun Mas segera mengambil segenggam garam dari kantung kainnya. Lalu garam itu ditaburkan ke arah Raksasa. Tiba-tiba sebuah laut yang luas pun terhampar. Raksasa terpaksa berenang dengan susah payah.

Timun Mas berlari lagi. Tapi kemudian Raksasa hampir berhasil menyusulnya. Timun Mas kembali mengambil benda ajaib dari kantungnya. Ia mengambil segenggam cabai. Cabai itu dilemparnya ke arah raksasa. Seketika pohon dengan ranting dan duri yang tajam memerangkap Raksasa. Raksasa berteriak kesakitan. Sementara Timun Mas berlari menyelamatkan diri.

Tapi Raksasa sungguh kuat. Ia lagi-lagi hampir menangkap Timun Mas. Maka Timun Mas pun mengeluarkan benda ajaib ketiga. Ia menebarkan biji-biji mentimun ajaib. Seketika tumbuhlah kebun mentimun yang sangat luas. Raksasa sangat letih dan kelaparan. Ia pun makan mentimun-mentimun yang segar itu dengan lahap. Karena terlalu banyak makan, Raksasa tertidur.

Timun Mas kembali melarikan diri. Ia berlari sekuat tenaga. Tapi lama kelamaan tenaganya habis. Lebih celaka lagi karena Raksasa terbangun dari tidurnya. Raksasa lagi-lagi hampir menangkapnya. Timun Mas sangat ketakutan. Ia pun melemparkan senjatanya yang terakhir, segenggam terasi udang. Lagi-lagi terjadi keajaiban. Sebuah danau lumpur yang luas terhampar. Raksasa terjerembab ke dalamnya. Tangannya hampir menggapai Timun Mas. Tapi danau lumpur itu menariknya ke dasar. Raksasa panik. Ia tak bisa bernapas, lalu tenggelam.

Timun Mas lega. Ia telah selamat. Timun Mas pun kembali ke rumah orang tuanya. Ayah dan Ibu Timun Mas senang sekali melihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. “Terima Kasih, Tuhan. Kau telah menyelamatkan anakku,” kata mereka gembira.

Sejak saat itu Timun Mas dapat hidup tenang bersama orang tuanya. Mereka dapat hidup bahagia tanpa ketakutan lagi.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.